Kemajuan teknologi belum sepenuhnya menghadirkan akses yang setara bagi semua orang. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), robotika, hingga smart home, jutaan orang di dunia masih belum dapat memanfaatkan teknologi pendukung (assistive technology) akibat tingginya biaya, keterbatasan infrastruktur, minimnya tenaga profesional, serta kurangnya dukungan kebijakan.
“Secara global baru sekitar 10 persen dari kelompok yang membutuhkan telah memiliki akses terhadap assistive technology,” ungkap Dr. Afiqah Amin, akademisi dari School of Business and Economics, Universiti Brunei Darussalam, dalam sesi workshop Global Summer Week (GSW) 2026 bertajuk “Accessibility for All: Assistive Technology Innovation” pada Jumat (19/07/2026).
Dr.