Selama ini akuntansi sering dianggap hanya sebatas dengan angka dan proses pembukuan. Padahal, akuntansi merupakan sistem informasi yang menjadi dasar berbagai keputusan bisnis.
memahami dasar akuntansi sebagai fondasi dalam setiap proses pencatatan transaksi sehingga mampu mengambil keputusan bisnis yang lebih efektif.
Kepala Penelitian dan Pengembangan Akuntansi FEB UGM, Haryono, Drs., M.Com., Ak., CA., menjelaskan bahwa akuntansi merupakan sebuah sistem informasi yang berfungsi menghasilkan informasi keuangan bagi berbagai pihak yang berkepentingan. Terdapat tiga aktivitas utama dalam proses akuntansi, yakni mengidentifikasi transaksi, mencatat transaksi, serta menyusun dan mengkomunikasikan laporan keuangan.
“Informasi yang dihasilkan dari proses akuntansi tidak hanya dimanfaatkan oleh manajemen perusahaan, tetapi juga oleh pihak luar seperti investor, kreditur, perpajakan, regulator, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhannya,” terangnya saat menyampaikan paparan tentang Akuntansi Jasa dan Dagang Digitalisasi Akuntansi dalam Pelatihan Implementasi SIDEK-ERP Untuk Penguatan Ekosistem Akuntansi Digital dalam TEFA Kolaborasi SMK pada Selasa, (7/7/2026) di FEB UGM.
Haryono juga memaparkan pentingnya memahami persamaan dasar akuntansi sebagai keuangan bisnis. Ia menjelaskan bahwa setiap aktivitas bisnis akan memengaruhi undur aset, liabilitas, maupun ekuitas sebagaimana persamaan akuntansi yang selama ini digunakan. Oleh sebab itu, penting untuk mencatat seluruh transaksi secara sistematis agar kondisi keuangan perusahaan dapat tergambarkan secara akurat.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, materi dilanjutkan dengan analisis berbagai transaksi bisnis yang umum terjadi dalam operasional perusahaan. Salah satu contohnya, yaitu transaksi pembelian aset, pembelian secara kredit, penerimaan pendapatn jasa, pembayaran biaya operasional, pelunasan utang, dan penerimaan piutang.
“Melalui analisis ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana dampak setiap transaksi bagi kondisi keuangan perusahaan sekaligus tetap menjaga keseimbangan sesuai persamaan akuntansi,” ungkap Haryono.
Lebih lanjut, Haryono turut menegaskan bahwa seluruh proses pencatatan transaksi akan bermuara pada penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan yang penting untuk dipahami terdiri dari laporan laba rugi, laporan laba ditahan, laporan posisi keuangan, laporan arus kas, dan laporan laba rugi komprehensif. Setiap laporan keuangan memiliki keterkaitan yang saling berhubungan dan dapat menjadi satu kesatuan informasi. Dari laporan keuangan inilah, kondisi dan kinerja suatu entitas dapat digambarkan secara menyeluruh.
Reportase: Najwa Anggi Namira
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals







