Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menggelar kembali Global Summer Week (GSW) yang akan berlangsung pada 13–24 Juli 2026. Sebanyak 62 mahasiswa dari sembilan universitas di lima negara di dunia akan berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan University of Canterbury (UC), Selandia Baru dan Universiti Brunei Darussalam, Brunei Darussalam
Ke-62 mahasiswa yang mengikuti GSW 2026 berasal dari University of Canterbury, Selandia Baru, Universiti Brunei Darussalam, Brunei Darussalam, University of Glasgow, Britania Raya, WU Vienna, Austria, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Gadjah Mada.
Ketua GSW 2026, Annisa Hayatun Nazmi Burhan, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan GSW merupakan salah satu kegiatan akademik unggulan yang diselenggarakan oleh FEB UGM yang telah menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2014 silam. Pada tahun ini GSW mengusung tema “Inclusivity and Innovation in Sustainable Entrepreneurship”.
“GSW 2026 mengangkat semangat bagaimana kita, sebagai generasi baru pemikir, pembangun, dan agen perubahan, memilih untuk menjawab berbagai tantangan di dunia melalui perspektif bisnis dan kewirausahaan,” paparnya.
Mulai 13 hingga 24 Juli 2026 para peserta GSW 2026 akan berdiskusi dan belajar bersama dengan perspektif baru serta membangun gagasan-gagasan yang bermakna. Annisa berharap melalui GSW 2026 seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan setiap momen dalam program ini sebagai pengalaman belajar yang berharga.
Sementara itu, Naya Hapsari, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Ketua GSW 2026 menambahkan bahwa melalui program GSW 2026, mahasiswa memiliki kesempatan untuk melihat dunia dari perspektif baru, membangun jejaring dengan individu-individu inspiratif dari berbagai penjuru dunia. Melalui program ini, FEB UGM ingin menunjukkan bahwa gagasan kewirausahaan yang paling berdampak justru lahir dari pertemuan antara keberlanjutan, inklusivitas, dan inovasi.
“Kami berharap mahasiswa nantinya dapat menemukan sesuatu yang dapat mengubah cara pandang, sebuah perspektif baru, keyakinan akan berbagai kemungkinan, atau cara baru dalam memaknai peran bisnis bagi masyarakat,” tuturnya.
GSW 2026 menghadirkan serangkaian kegiatan meliputi Expert-led Talks & Discussions yang menjadi sesi pembelajaran bersama para ahli dan praktisi industri. Lalu, Business Immersion & Summer Project yang menjadi wahana mengimplementasikan ilmu dalam proyek kewirausahaan sosial, serta kegiatan budaya. Program musim panas selama dua minggu ini bernilai setara dengan 3 SKS (5 ECTS) per kegiatan yang seluruhnya diadakan di Yogyakarta.
Para mahasiswa peserta GSW 2026 juga akan mendapatkan materi perkuliahan di kelas antara lain Inclusive & Sustainable Business Model , Empathy and Inclusive Design Thinking, Accessible Economy – Rethinking Value Creation, Social Entrepreneurship for Inclusion & Empowerment, Impact Financing and Network for Inclusive Innovation, Accessibility for all: Assistive Technology Innovation, Identifying Inclusive Business Opportunities, Collaborating with Communities for Inclusive Social Impact, dan Managing Inclusivity & Diversity in the Workplace.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
