Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menjadi tuan rumah Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan XI Perkumpulan Pengelola Program Studi Ekonomi se-Indonesia (APSEPI) yang berlangsung pada 9–11 Juli 2026. Mengusung tema “Membangun Program Studi Ekonomi dalam Menghasilkan Lulusan yang Mandiri dan Berdaya Saing Global”, kegiatan ini mempertemukan pengelola program studi dari berbagai jenjang S1, S2, dan S3, dosen, serta akademisi ekonomi dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.
Penyelenggaraan seminar dan pertemuan tahunan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarpengelola Program Studi Ekonomi dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi, mulai dari perubahan kebijakan akreditasi, penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), hingga peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk berbagi praktik baik, mempresentasikan hasil penelitian, serta memperluas jejaring kolaborasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., menyampaikan bahwa dunia pendidikan tinggi tengah mengalami perubahan yang sangat cepat. Kebutuhan penerapan OBE (Outcome-Based Education), digitalisasi, kecerdasan buatan, tuntutan pasar kerja yang semakin dinamis, perubahan geopolitik global, serta kebutuhan pembangunan berkelanjutan menuntut kita untuk terus beradaptasi. Di tengah perubahan tersebut, Program Studi Ekonomi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga harus mampu membentuk individu yang kritis, adaptif, inovatif, berintegritas, serta mampu menciptakan solusi atas berbagai persoalan ekonomi dan sosial.
“Melalui APSEPI, saya berharap lahir berbagai inisiatif kolaboratif, baik dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, peningkatan akreditasi, pertukaran sumber daya akademik, riset bersama, maupun pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa,” ucapnya.
Didi menambahkan bahwa UGM sejak awal berdirinya memiliki semangat untuk mengabdi kepada bangsa. Sejalan dengan nilai tersebut, FEB UGM berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap pertemuan ini dapat menjadi ruang diskusi yang terbuka, ruang belajar yang saling memperkaya, serta ruang kolaborasi yang menghasilkan langkah-langkah konkret demi kemajuan Program Studi Ekonomi di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum APSEPI, Dr. Fajri Muhraja, S.E., M.Si., mengatakan bahwa APSEPI merupakan forum untuk membangun komunikasi antarprogram studi berbasis ilmu ekonomi di Indonesia. APSEPI bertujuan mewujudkan kesetaraan kualitas antarprogram studi berbasis ilmu ekonomi, terutama dalam aspek kurikulum, tenaga pengajar, penelitian, pengabdian, dan kerja sama.
“APSEPI berperan sebagai engine dalam pengembangan kurikulum. Karena itu, fokus kami adalah membahas berbagai persoalan akademik yang perlu distandardisasi,” katanya.
Salah satu upaya yang didorong APSEPI adalah penyusunan standar kompetensi minimum untuk mata kuliah inti, seperti ekonomi mikro, ekonomi makro, dan metode kuantitatif. Standar tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bersama bagi 107 program studi anggota APSEPI.

Seminar nasional menghadirkan keynote speech dari Prof. Dr. Mohamad Ikhsan, S.E., M.A., dari FEB UI yang menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya penguatan tata kelola Program Studi Ekonomi dalam menghasilkan lulusan yang mandiri dan berdaya saing global. Rangkaian sesi juga diisi dengan paparan mengenai pengembangan kurikulum berbasis OBE oleh Prof. BM. Purwanto, Ph.D., dari FEB UGM.
Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta mengikuti berbagai diskusi paralel yang membahas isu-isu strategis pengelolaan Program Studi Ekonomi, di antaranya orientasi strategis program studi, tata pamong dan tata kelola, pengelolaan mahasiswa di era digital, pengembangan kompetensi dosen, implementasi kurikulum berbasis OBE, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, penguatan akreditasi, serta pengembangan kolaborasi antarprogram studi di Indonesia. Setiap sesi menghadirkan kontributor dari berbagai perguruan tinggi dan difasilitasi oleh akademisi dari sejumlah universitas terkemuka di Indonesia.
Hari kedua kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas Program Studi Ekonomi melalui pembahasan kesiapan program studi untuk akreditasi LAMEMBA. Pada sesi ini akan disampaikan pengalaman dan praktik baik Prodi MEP FEB UGM oleh Kaprodi MEP, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D. Berikutnya, sesi pembekalan mata kuliah inti meliputi ekonomi mikro, ekonomi makro, serta mata kuliah kuantitatif dan ekonometrika. Materi disampaikan oleh para pakar dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, IPB, Universitas Papua, serta Universitas Pattimura sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesetaraan mutu pembelajaran Program Studi Ekonomi di Indonesia.
Selain seminar ilmiah, kegiatan ini juga mencakup rapat komisi dan sidang pleno APSEPI yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk pengembangan pendidikan ekonomi di Indonesia. Luaran yang ditargetkan meliputi penerbitan Prosiding Seminar Nasional APSEPI 2026, penyusunan standar minimum Program Studi Ekonomi yang mencakup profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), rubrik CPL, dan peta kurikulum, serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan nota kerja sama (MoA) antara pengelola program studi untuk mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Sebagai tuan rumah, FEB UGM turut memfasilitasi pelaksanaan seminar, diskusi ilmiah, hingga kegiatan family gathering yang dirancang untuk mempererat silaturahmi antaranggota APSEPI dari seluruh Indonesia. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen FEB UGM dalam mendukung penguatan ekosistem pendidikan tinggi di bidang ekonomi melalui forum akademik yang mendorong inovasi, harmonisasi kurikulum, serta pengembangan jejaring nasional yang berkelanjutan.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum





