Dalam upaya memperkuat internasionalisasi dan menghadirkan perspektif global dalam pembelajaran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Departemen Manajemen menghadirkan Prof. Prem Chhetri sebagai Visiting Professor dengan pendanaan EQUITY GRANT 2026 Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan pada periode 30 Maret hingga 2 April 2026.
Prof. Prem Chhetri merupakan profesor di bidang logistik dan manajemen rantai pasokan dari Royal Melbourne Institute of Technology. Kehadiran beliau menjadi bagian dari upaya strategis Departemen Manajemen FEB UGM dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional dan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis standar global.
Selama periode kunjungan, rangkaian kegiatan tidak hanya mencakup guest lecture, tetapi juga diskusi strategis dengan pimpinan fakultas serta penguatan aktivitas akademik di tingkat doktoral. Kegiatan diawali dengan pertemuan bersama dekan dan jajaran dekanat FEB UGM untuk membahas potensi pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk kolaborasi riset, pengembangan program, dan penguatan jejaring internasional.
Pada aspek akademik, Prof. Chhetri juga terlibat dalam supervisi dan diskusi bersama mahasiswa program doktor (S3), khususnya pada bidang manajemen rantai pasokan. Diskusi ini menjadi ruang penting untuk memperkaya perspektif riset mahasiswa dengan pendekatan global serta memperkuat kualitas penelitian doktoral.
Rangkaian guest lecture dimulai pada Selasa, 31 Maret 2026, melalui perkuliahan Business Ethics and Sustainability dengan topik Ethics in Supply Chain and Sourcing pada kelas International Undergraduate Program. Dalam sesi ini, Prof. Chhetri menyoroti pentingnya integrasi nilai etika dalam proses pengadaan dan distribusi, khususnya dalam konteks rantai pasok global yang semakin kompleks.
Selanjutnya, pada Rabu, 1 April 2026, beliau menyampaikan workshop Research Methodology bertajuk Introduction to Rigorous Management Research bagi mahasiswa Magister Sains dan Doktor Ilmu Manajemen. Sesi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana membangun riset yang kuat, mulai dari identifikasi fenomena hingga perumusan pertanyaan penelitian yang relevan.
Di hari yang sama, Prof. Chhetri juga mengisi perkuliahan Operations and Technology Management dengan topik Sustainable Supply Chain untuk mahasiswa MBA Kampus Yogyakarta. Diskusi menekankan bagaimana praktik rantai pasok berkelanjutan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global seperti dekarbonisasi, efisiensi operasional, dan tuntutan tanggung jawab sosial perusahaan.
Ketua Departemen Manajemen FEB UGM, Prof. Nurul Indarti, Siviløkonom, Cand.Merc., Ph.D., menyampaikan bahwa program Visiting Professor ini merupakan inisiatif strategis Departemen Manajemen FEB UGM untuk mengoperasionalkan kerja sama internasional secara lebih konkret dan berkelanjutan, khususnya dengan RMIT University. Kemitraan ini telah dirintis secara kelembagaan sejak penandatanganan nota kesepahaman pada tahun 2023.
Lebih lanjut disampaikan bahwa urgensi program ini semakin menguat seiring dengan dinamika pengembangan program-program berorientasi internasional di Departemen Manajemen FEB UGM, termasuk rencana penyelenggaraan International Doctorate in Business (IDB). Departemen Manajemen menaungi berbagai program akademik dari jenjang sarjana hingga doktor, serta memiliki mandat dalam pengembangan bidang strategis seperti manajemen rantai pasokan dan logistik, bidang yang semakin relevan dalam menghadapi disrupsi global, transformasi digital, e-commerce, serta tuntutan keberlanjutan.
“Departemen Manajemen FEB UGM menghadirkan Prof. Prem Chhetri sebagai Visiting Professor bereputasi internasional di bidang manajemen rantai pasokan dan logistik. Kehadiran beliau diharapkan menjadi katalis bagi pertukaran pengetahuan, penguatan metodologi riset, serta pengembangan kolaborasi lintas negara yang relevan dengan kebutuhan akademik dan tantangan global,” jelasnya.
Melalui program Visiting Professor ini, FEB UGM tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga membuka ruang kolaborasi akademik yang lebih luas, memperkuat kualitas riset, serta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia dan jejaring global yang berkelanjutan.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
