Jurnal Ilmiah Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) dan Gadjah Mada International of Business (GamaIJB) yang dikelola oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih indeksasi dari Australian Business Deans Council (ABDC) per Maret 2026. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan reputasi internasional riset bisnis di Indonesia.
Editor in Chief JIEB, Widya Paramita, S.E., M.Sc., Ph.D. mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil yang instan. Keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang yang telah dibangun dengan fondasi yang kuat oleh pendahulu sehingga JIEB dapat terindeks di Scopus 3 dan akhirnya diakui ABDC.
“ABDC merupakan indeks yang banyak digunakan oleh negara negara dengan peringkat atau dengan performa riset yang sudah lebih maju dibandingkan dengan Indonesia. Dengan keberhasilan ini, mengukuhkan reputasi JIEB sebagai jurnal berkualitas tinggi dan kredibilitas jurnal tersebut di tingkat internasional,” ujarnya.
Widya Paramita menjelaskan bahwa proses indeksasi ini memerlukan persiapan yang panjang. Proses indeksasi berlangsung sekitar dua tahun dengan fase intensif selama satu tahun sebelum pengajuan pada 2023. Salah satu syarat utama indeksasi adalah pengakuan dari akademisi internasional khususnya Australia untuk meningkatkan visibilitas jurnal di komunitas global.
Indeksasi ABDC ini juga membuka peluang lebih besar bagi JIEB untuk berkontribusi dalam isu global termasuk dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Widya menekankan bahwa hal ini juga memberikan dampak positif pada JIEB sehingga jurnal memiliki daya tawar penelitian dengan kualitas baik dan mengangkat penelitian berkualitas yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan.
Sementara Ketua Unit Publikasi, Arika Artiningsih, Ph.D., CFE., CFrA., CPA (Aust.)., menambahkan JIEB FEB UGM juga berupaya membangun awareness untuk memperkenalkan JIEB bagi para akademisi Australia.
“Akhirnya, JIEB mendapatkan rekomendasi dari sekitar 16 profesor internasional dari berbagai universitas di Australia,” jelas Arika.
Namun demikian, capaian ini juga diiringi dengan berbagai tantangan. Beberapa di antaranya adalah menjaga konsistensi kualitas artikel, membangun dan mempertahankan jaringan reviewer internasional, meningkatkan sitasi, dan mengelola editorial board lintas negara.
Untuk menjawab tantangan tersebut, JIEB menerapkan beberapa strategi seperti peningkatan kualitas proses editorial dengan mengundang lebih banyak editor, reviewer, dan penulis internasional serta penerapan double blind peer review yang transparan dan efisien. Strategi lain yang sama pentingnya adalah meningkatkan visibilitas dengan melakukan kolaborasi, promosi, dan konferensi internasional.
“Beberapa hal yang sudah kami lakukan antara lain menggelar Konferensi GAMAICEB, kerja sama dengan sekolah bisnis yang sudah terakreditasi untuk mendukung conference, workshop dengan ITB dan BINUS, serta kolaborasi internasional dengan universitas-universitas di Malaysia, Singapura, dan juga Vietnam untuk menjaring penulis-penulis internasional,” ungkap Arika.
Ke depan, JIEB tengah mengupayakan indeksasi pada basis data internasional lainnya seperti Web of Science untuk memperluas dampak global.
“Kami akan menjaga kualitas artikel secara konsisten, penguatan tata kelola internal, serta kenaikan peringkat dalam ABDC,” pungkas Arika.
Dukungan dari Unit Publikasi Ilmiah FEB UGM juga menjadi faktor penting dalam penguatan reputasi dan akreditasi jurnal-jurnal di lingkungan FEB. Melalui berbagai inisiatif strategis, seluruh jurnal diharapkan dapat memperoleh rekognisi global yang semakin luas di masa mendatang.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals





