Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada terus meningkatkan kualitas pendidikan Program Doktor FEB UGM. Komitmen ini diwujudkan salah satunya melalui penjaringan masukan dari pengguna lulusan atau alumni melalui forum Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Pengukuran Capaian Kompetensi dan Evaluasi Kurikulum pada Jumat (17/4/2026). Forum ini dihadiri oleh Dekan, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Departemen, serta Ketua Program Studi dari seluruh program studi doktor di FEB UGM sebagai wujud komitmen bersama dalam penguatan mutu lulusan.
Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA., menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk menggali masukan secara terbuka dari para pengguna alumni. Masukan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi yang konstruktif untuk menilai sejauh mana kompetensi yang dirancang dalam kurikulum telah tercapai.
“Masukan yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi bagi Program Studi Doktor FEB UGM. Jika nanti ada hal-hal yang harus diperbaiki, tentu itu akan menjadi bahan perbaikan ke depan,” ujarnya.
Kepala Unit Penjaminan Mutu dan Akreditasi (UPMA) FEB UGM, Aprilia Beta Suandi, S.E., M.Ec., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari assurance of learning (AoL), yaitu proses pengukuran capaian kompetensi alumni yang akan menjadi dasar perbaikan kurikulum secara berkelanjutan.
“Target kompetensi yang menjadi fokus dalam sesi FGD ini adalah scholarly thinking and communication. Dalam konteks akademik dan riset, kompetensi ini mencakup kemampuan lulusan untuk berpikir kritis serta mengomunikasikan gagasan secara jelas dan runtut, baik melalui tulisan maupun secara lisan. Selain itu, forum ini juga menggali kekuatan dari alumni Program Doktor FEB UGM, serta menjaring masukan untuk pengembangan program studi,” jelasnya.
Sejumlah pengguna alumni FEB UGM menilai bahwa alumni memiliki kekuatan dalam integritas akademik, kemampuan analitis, dan dasar metodologi yang kuat. Salah satunya adalah Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (USD), Dr. Lukas Purwoto, M.Si., CRP, yang menyampaikan bahwa alumni FEB UGM mampu berkolaborasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi seperti pengembangan program studi, mendorong kolaborasi penelitian, serta membuka peluang hibah riset bagi dosen dan mahasiswa.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Papua (UNIPA) Papua Barat, Dr. Ir. Rully N. Wurarah, M.Si., menambahkan bahwa alumni FEB UGM menunjukkan kemampuan beradaptasi yang tinggi di lingkungan akademik maupun di luar kampus. Sementara itu, Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Johan Arifin, S.E., M.Si., Ph.D., CFrA, CertIPSAS., menyoroti kontribusi alumni FEB UGM dalam pengembangan kurikulum berbasis outcome dan standar internasional, perencanaan strategis, dan implementasi program akademik di Universitas Islam Indonesia (UII).
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas tentang perlunya upaya peningkatan kolaborasi internasional dan penerapan mata kuliah soft skills, seperti kemampuan scientific writing, presentasi, dan academic networking. Kemampuan ini dinilai masih perlu diperkuat agar lulusan tidak hanya unggul dalam substansi, tetapi juga dalam menyampaikan gagasan secara efektif di forum global.
Tantangan lain yang disoroti adalah durasi studi doktoral yang relatif panjang. Beberapa peserta mengusulkan adanya strategi percepatan studi, seperti pendampingan publikasi sejak awal, tanpa mengorbankan kualitas disertasi. Selain itu, ketersediaan mata kuliah pilihan yang tidak konsisten setiap semester juga menjadi perhatian karena berdampak pada perencanaan studi mahasiswa.
Rimawan Pradiptyo, S.E., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Program Studi Magister Sains dan Doktor Ilmu Ekonomi menekankan pentingnya penguatan hubungan antara alumni dan program studi.
“Harapannya, hubungan baik ini dapat terus berlanjut melalui dukungan yang optimal, berbagi pengalaman, serta kolaborasi dalam berbagai kegiatan akademik maupun profesional,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prof. Mahfud Sholihin, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust.), selaku Ketua Program Studi Magister Sains dan Doktor Akuntansi menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai masukan yang diberikan dalam forum tersebut.
“Kami sangat senang dengan adanya forum ini. Beberapa hal akan kami tindaklanjuti, terutama yang ada pada ranah fakultas dan program studi, seperti perbaikan kurikulum dan penguatan akademik di tingkat departemen,” ujarnya.
Sementara itu, Widya Paramita, S.E., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Program Studi Magister Sains dan Doktor Manajemen turut membuka ruang diskusi lebih lanjut terkait pengalaman alumni mengenai studi.
“Kami juga ingin menggali lebih jauh apakah ada masukan terkait proses bimbingan atau hal-hal lainnya yang menjadi kendala dalam proses kelulusan. Ini sangat penting untuk menjadi bahan evaluasi kami,” pungkasnya.
Melalui FGD ini, FEB UGM menegaskan komitmennya untuk terus melakukan continuous improvement dalam pengelolaan Program Doktor dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Harapannya, lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum







