Lima puluh tahun adalah waktu yang panjang. Namun, bagi para alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada angkatan 1976 (KAFEGAMA 76), jarak setengah abad itu seolah lenyap begitu mereka kembali menginjakkan kaki di kampus tercinta. Tawa, cerita lama, dan kehangatan persahabatan yang pernah terjalin di masa muda kembali mengisi ruangan.
Reuni ke-50 tahun KAFEGAMA 76 resmi digelar pada Selasa (5/5/2026) di Alumni Corner FEB UGM. Lebih dari 100 alumni hadir pada malam itu, merayakan setengah abad persahabatan yang tak pernah pudar.
Ketua panitia reuni emas KAFEGAMA 76, Dawam Atmosudiro, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran rekan-rekan seperjuangan yang telah meluangkan waktu untuk berkumpul kembali. Ia mengapresiasi tim kreatif yang menjadi kunci suksesnya acara sehingga reuni kali ini dapat terselenggara dengan lancar.
Dalam sambutannya, Koordinator KAFEGAMA 76, Adji Firmantoro, menyampaikan betapa berartinya kebersamaan angkatan yang terus terjaga selama lima dekade. Ia juga menekankan bahwa penyelenggaraan reuni kali ini murni berjalan atas semangat gotong royong para alumni. Adji mengapresiasi kekompakan angkatan 1976 yang menurutnya patut menjadi teladan.
“Kita anjangsana sampai Madiun, Solo, Semarang, dan Depok. Misi kami adalah memberikan kepedulian kepada teman-teman yang sedang ditimpa musibah. Kalau untuk bersenang-senang kita sudah biasa, tapi untuk berbagi bantuan, itu yang luar biasa,” tegasnya.
Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA., hadir langsung untuk menyambut dan memberikan apresiasi kepada KAFEGAMA 76. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas berbagai bentuk dukungan yang telah diberikan selama ini.
Ia juga memaparkan berbagai perkembangan kampus yang terus dilakukan FEB UGM, termasuk upaya mewujudkan gedung yang ramah disabilitas serta ramah ibu dan anak. Penambahan lift di sudut gedung lama menjadi salah satu langkah nyata yang sedang berjalan.
Didi juga menyampaikan harapan agar hubungan antara FEB UGM dan KAFEGAMA 76 semakin erat ke depannya.
“Melalui reuni emas ini, kami berharap hubungan antara fakultas dan KAFEGAMA 76 akan makin erat. Semoga ini menjadi simbol hubungan yang terus terjalin dan semoga Bapak Ibu bisa reuni lagi di usia ke-60, ke-70 tahun,” pungkasnya.
Rangkaian acara malam itu mengalir penuh haru dan meriah, mulai dari mengenang alumni yang telah tiada, pemutaran video kaleidoskop, hingga sesi ceremony unveiling dan line dance yang menandai 50 tahun kebersamaan.
Keseruan kegiatan tak berhenti pada malam itu. Keesokan harinya, Rabu (6/5/2026), para alumni melanjutkan perjalanan nostalgia dengan berkeliling kampus, termasuk ke Gedung Pusat yang menyimpan begitu banyak kenangan. Bagi mereka, kegiatan ini adalah kesempatan langka untuk kembali menginjakkan kaki di tempat-tempat yang dulu menjadi saksi bisu masa-masa kuliah mereka.
Reportase: Dwi Zhafirah Meiliani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum






