Kepedulian terhadap isu lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang melibatkan kreativitas masyarakat. Semangat inilah yang dibawa mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dalam mendorong praktik ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah botol kaca menjadi produk bernilai guna di Nusa Lembongan, Bali.
Bersama Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida 2026, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UGM, Khania Amanda Avendri dan Muhammad Azka Khairur Rahman dari Prodi Ilmu Komputer, menginisiasi workshop Bottle Painting Upcycling Art Workshop sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 2 Agustus 2026 ini mengajak masyarakat mengubah botol kaca bekas menjadi karya seni sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan workshop ini berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat Nusa Lembongan dalam mengelola limbah botol kaca. Sebagai pulau kecil, proses pengiriman botol kaca ke daratan menghadapi berbagai kendala, mulai dari biaya transportasi hingga tingginya risiko botol pecah selama perjalanan. Kondisi tersebut menyebabkan limbah botol kaca terus menumpuk tanpa pengelolaan yang optimal.
Khania mengatakan kegiatan upcycling tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan sampah. Kegiatan ini juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai potensi ekonomi dari limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai sekaligus menghadirkan ruang kreatif bagi masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu-ibu, untuk mencoba pengalaman baru yang menyenangkan,” tutur Khania.
Berangkat dari gagasan tersebut, tim juga memperluas sasaran peserta dengan mengajak wisatawan yang sedang berkunjung ke Nusa Lembongan untuk turut berpartisipasi. Promosi dilakukan melalui media sosial serta pendekatan langsung kepada wisatawan di beberapa kawasan wisata.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias menuangkan kreativitas mereka di atas botol kaca bekas. Beragam motif dan warna yang dihasilkan menunjukkan bahwa botol bekas dapat disulap menjadi karya yang bernilai estetis.
“Baru kali ini saya mencoba melukis di botol. Biasanya hanya di kanvas atau kain. Ternyata menyenangkan, apalagi bisa berkegiatan bersama anak-anak,” ungkap Dewi Megariantini,salah satu peserta dari PKK yang mengikuti workshop.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-PPM UGM berharap masyarakat semakin menyadari bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai estetika maupun nilai guna. Kreativitas sederhana seperti melukis botol bekas diharapkan dapat menjadi langkah kecil dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Nusa Lembongan.
Sumber: Khania Amanda Avendri
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
