Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) berhasil naik peringkat 191–200 dunia dalam QS Global MBA Ranking 2027 dari 423 program MBA yang masuk pemeringkatan. Posisi tersebut meningkat dari peringkat 201–250 pada edisi 2026. Sementara di tingkat Asia, MBA FEB UGM juga naik peringkat ke posisi 27 dari 81 program MBA yang masuk pemeringkatan, setelah pada tahun 2026 berada di peringkat 30.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi hasil yang membanggakan sekaligus menjadi dorongan bagi MBA FEB UGM untuk terus meningkatkan kualitas program.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas kenaikan peringkat dalam QS Global MBA rankings 2027 yang diraih oleh Program Studi MBA FEB UGM, naik 1 band dari peringkat 201-250 dunia ke band 190-200 dunia. Di Asia, Prodi MM FEB UGM juga naik 3 peringkat dari ranking 30 ke ranking 27 Asia,”ungkap Bayu, Jum’at (18/9/2026).
Menurut Bayu, capaian tersebut menunjukkan perkembangan MBA FEB UGM dalam pemeringkatan global dan Asia. Ia menyebut MM FEB UGM menjadi satu-satunya program MBA dari Indonesia yang mengalami kenaikan band peringkat pada edisi 2027.
“Hal ini membuat MM FEB UGM menjadi satu-satunya prodi dari Indonesia yang mampu menaikkan band peringkatnya dan memiliki kenaikan peringkat tertinggi, yaitu tiga peringkat dibandingkan dengan sekolah bisnis lain yang ada di Indonesia,” terangnya.

Bayu menyebutkan bahwa capaian ini bukanlah capaian satu kampus melainkan capaian program. MBA FEB UGM diselenggarakan di dua lokasi yaitu Kampus Yogyakarta dan Kampus Jakarta dengan satu kurikulum dan satu standar mutu.
Peningkatan pada Seluruh Indikator
QS Global MBA Ranking menilai program MBA melalui lima indikator yakni Employability, Return on Investment, Entrepreneurship and Alumni Outcomes, Thought Leadership, serta Class and Faculty Diversity. Kelima indikator tersebut memiliki bobot berbeda berdasarkan QS Global Employer Survey, QS Global Academic Survey, dan data yang dilaporkan sekolah bisnis dengan skala setiap indikator 0–100.
Pada pemeringkatan 2027, empat dari lima indikator MM FEB UGM meningkat dibandingkan 2025. Skor Employability naik dari 30,1 menjadi 34,4. Return on Investment meningkat dari 31,5 menjadi 41,7, Entrepreneurship and Alumni Outcomes dari 58,5 menjadi 60,9, serta Class and Faculty Diversity dari 64,1 menjadi 75,2. Peningkatan terbesar terjadi pada Class and Faculty Diversity yang bertambah 11,1 poin sejak 2025. Sementara itu, Return on Investment meningkat 10,2 poin dalam periode yang sama.
Bayu mengatakan salah satu kekuatan MM FEB UGM terlihat pada indikator Entrepreneurship and Alumni Outcomes. Pada indikator tersebut, MM FEB UGM meraih skor 60,9 dan menempati peringkat 72 dunia.
“Hal yang menjadi kekuatan dari MM FEB UGM adalah aspek Entrepreneurship and Alumni Outcomes yang meraih skor 60,9 dan merupakan peringkat 72 dunia, 17 persen teratas dan tertinggi di Indonesia. Selain itu, aspek Diversity meraih skor 75,2 dan merupakan peringkat 83 dunia,” jelasnya
Bayu menegaskan bahwa MBA FEB UGM akan terus mempertahankan capaian tersebut sekaligus menjadi pijakan untuk memperkuat aspek lain yang masih memiliki ruang pengembangan, khususnya Employability dan Return on Investment.
“Ke depan, selain mempertahankan hal yang menjadi kekuatan tersebut, kami akan makin meningkatkan aspek Employability dan Return on Investment yang keduanya memiliki bobot 60 persen dari pemeringkatan,” imbuhnya.
Peningkatan peringkat juga diikuti dengan agenda pengembangan program. Bayu mengatakan penguatan jejaring nasional dan internasional menjadi salah satu strategi yang akan terus dilakukan untuk meningkatkan employability lulusan.
“Untuk semakin meningkatkan posisi yang saat ini diraih, kami akan makin mengintensifkan jejaring nasional dan internasional untuk meningkatkan aspek Employability, selain updating desain dan muatan kurikulum yang dilakukan secara terstruktur dengan mengintegrasikan aspek sustainability dan teknologi terkini,” ujarnya.
Sinergi Kampus Yogyakarta dan Jakarta

MBA FEB UGM diselenggarakan di dua lokasi, yaitu Kampus Yogyakarta dan Kampus Jakarta. Keduanya merupakan bagian dari satu program dengan standar akademik dan mutu yang sama.
Direktur MBA FEB UGM Kampus Jakarta, Prof. Drs. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D., mengatakan peningkatan peringkat tersebut merupakan capaian bersama kedua kampus. Pengembangan program diarahkan melalui kepemimpinan akademik Departemen Manajemen dan kebijakan mutu Dekanat FEB UGM agar tetap sejalan dengan standar akreditasi internasional serta peta jalan fakultas. Implementasinya dilakukan bersama oleh pengelola program di kedua kampus, dosen, serta staf akademik dan administratif melalui upaya menjaga kualitas proses pembelajaran secara berkelanjutan
“Capaian ini milik program, bukan milik satu kampus,” ucapnya.
Gugup menjelaskan Program MBA FEB UGM di Kampus Jakarta dan Yogyakarta memiliki karakteristik peserta yang berbeda. Karakteristik peserta di Kampus Jakarta didominasi dari kalangan profesional dan eksekutif yang berasal dari beragam sektor, seperti keuangan, energi, teknologi, konsultansi, BUMN, dan pemerintahan. Sementara peserta Kampus Yogyakarta memiliki proporsi lulusan baru yang lebih besar, dengan intensitas akademik dan riset yang kuat. Perbedaan tersebut dikelola menjadi sumber sinergi, bukan sebagai kesenjangan.
“Perbedaan profil peserta di kedua kampus justru menjadi kekuatan. Peserta Kampus Yogyakarta memperoleh akses ke pengalaman lapangan, jejaring, dan bimbingan karier dari eksekutif senior Kampus Jakarta. Sedangkan peserta Kampus Jakarta memperoleh kesegaran cara berpikir, kecakapan analitis terkini, dan pertanyaan mendasar yang sering hilang dari rutinitas eksekutif,” urainya.
Gugup mengatakan lokasi MBA FEB UGM Kampus Jakarta berada di pusat ekosistem bisnis nasional dimanfaatkan untuk memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di kelas dan praktik bisnis di dunia kerja. Selain itu, posisi tersebut diharapkan dapat memperpendek jarak antara ruang kelas dan praktik bisnis melalui keterlibatan praktisi, pembahasan kasus perusahaan, proyek terapan, serta berbagai aktivitas yang memungkinkan mahasiswa memahami persoalan organisasi secara langsung.
Agenda Penguatan Program
Sementara Direktur MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, Prof. Amin Wibowo, S.E., M.B.A., Ph.D., menyampaikan capaian pada indikator Entrepreneurship and Alumni Outcomes menjadi salah satu aspek yang terus dikembangkan MBA FEB UGM.
Kewirausahaan tidak hanya ditempatkan sebagai bidang peminatan, tetapi juga diintegrasikan dalam berbagai pembelajaran.
“Kami memilih untuk tidak menempatkan kewirausahaan hanya sebagai satu konsentrasi. Ia menjadi semangat di seluruh mata kuliah, bersama kepemimpinan dan keberlanjutan,” terangnya.
Amin mengatakan peningkatan posisi MBA FEB UGM dalam pemeringkatan global dan Asia turut memperkuat ruang kolaborasi dengan mitra industri. Kerja sama ke depan tidak hanya diarahkan pada keterlibatan praktisi sebagai pembicara tamu, tetapi juga pada proyek bersama, penyediaan data dan kasus bisnis, serta penguatan jejaring untuk mendukung penyerapan lulusan.
Lebih lanjut Amin menyampaikan kenaikan peringkat tersebut diikuti sejumlah agenda penguatan yang diarahkan pada indikator pemeringkatan dengan bobot besar dan dilaksanakan secara terpadu di Kampus Yogyakarta maupun Jakarta.

Pada aspek employability, program akan memperkuat layanan karier, pencatatan luaran lulusan sesuai standar internasional, serta memperluas jejaring pemberi kerja. Indikator ini memiliki bobot 40 persen dalam pemeringkatan dan menjadi salah satu area yang terus dikembangkan.
Dari sisi pembelajaran, MBA FEB UGM akan meningkatkan pengalaman belajar yang berkaitan dengan praktik melalui proyek terapan, penggunaan kasus perusahaan Indonesia, serta pelibatan praktisi dalam proses pembelajaran.
Penguatan juga dilakukan pada aspek kewirausahaan dengan mengintegrasikan perspektif entrepreneurship ke dalam berbagai mata kuliah sekaligus memberikan dukungan bagi mahasiswa dan alumni yang mengembangkan usaha.
Sementara itu, penguatan riset dan publikasi dosen menjadi bagian dari upaya meningkatkan indikator Thought Leadership. Dalam tiga tahun terakhir, indikator tersebut menjadi satu-satunya aspek yang menunjukkan tren penurunan.
Pada aspek internasionalisasi, program akan memperluas kemitraan dengan sekolah bisnis mancanegara melalui pertukaran mahasiswa, kelas bersama, dan berbagai bentuk kolaborasi akademik. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas pengalaman belajar sekaligus memperkuat jejaring internasional program.
Amin mengatakan di tingkat Asia, capaian MM FEB UGM pada peringkat 27 dari 81 program MBA juga menempatkan program pada posisi yang berdekatan dengan sejumlah program MBA di Malaysia yang berada pada kelompok peringkat 19–23. Posisi tersebut menunjukkan persaingan yang ketat di antara program MBA di kawasan Asia dan menjadi konteks bagi penguatan program secara berkelanjutan.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
