Ratusan Sebanyak 138 akademisi, peneliti, dan pakar dari berbagai negara membahas transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan di tengah perubahan global dalam The 14th Gadjah Mada International Conference on Economics and Business (GAMAICEB). Konferensi yang diselenggarakan oleh Unit Publikasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini berlangsung selama dua hari pada 6–17 September 2026 di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta mengangkat tema “Governing the Future: Digital Transformation and Sustainable Development in a Changing Global Economy”.
Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., AK., CA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi digital membawa peluang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, tetapi pada saat yang sama memunculkan tantangan baru dalam regulasi dan keamanan siber. Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut sebab itu diperlukan penyelarasan antara teknologi dan keberlanjutan melalui tata kelola yang cerdas.
Menurutnya, GAMAICEB menjadi salah satu platform penting untuk mempertemukan berbagai perspektif dari bidang Akuntansi, Ekonomi, dan Manajemen dalam merespons perubahan tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menghasilkan gagasan yang dapat menjawab tantangan ekonomi sekaligus mendukung ketahanan jangka panjang.
“Kami berharap konferensi ini menjadi wadah yang produktif untuk berbagi wawasan, membangun jaringan, dan merumuskan rekomendasi kebijakan praktis demi ketahanan ekonomi jangka panjang dan kemakmuran bersama,” ucapnya.

Sementara Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc,. menyampaikan pentingnya kolaborasi dan dialog lintas negara dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, ideologis, dan lingkungan saat ini dengan memiliki karakter transnasional.
“Tantangan ekonomi, ideologis, dan lingkungan pada masa kini bersifat transnasional, melintasi batas-batas negara. Tidak ada satu negara atau lembaga pun yang dapat menyelesaikannya secara terpisah,” ujarnya.
Ia pun menyoroti tantangan yang dihadapi oleh bangsa-bangsa saat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Penyelarasan strategi digital dengan inovasi hijau dan kebijakan berbasis data menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi yang tangguh dan inklusif.
“Transformasi digital tidak boleh memperparah ketimpangan atau kerentanan hukum. Sebaliknya, tata kelola yang cerdas harus berkontribusi terhadap inklusi sosial, keberlanjutan lingkungan, transparansi, dan nilai publik jangka panjang,” katanya.
Menurutnya, diperlukan dialog lintas negara, komitmen bersama, serta kolaborasi yang berkelanjutan. Forum akademik seperti GAMAICEB dinilai memiliki peran penting untuk mempertemukan penelitian, kebijakan, dan praktik dalam merespons berbagai perubahan dan tantangan yang ada.

Ketua Panitia GAMAICEB 2026, Arika Artiningsih,Ph.D., menyampaikan GAMAICEB 2026 mempertemukan 138 peserta dari 11 negara yaitu Indonesia, Polandia, Taiwan, Jepang, Hungaria, Kazakhstan, Brunei Darussalam, Singapura, Australia, Pakistan, dan Meksiko. Mereka yang mempresentasikan penelitian dalam tiga bidang utama, yakni akuntansi, ekonomi, dan manajemen.
“Melalui dialog lintas disiplin dan kolaborasi lintas sektor, konferensi ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan serta mendorong model tata kelola yang inovatif, tangguh, dan responsif terhadap tuntutan perekonomian global yang berkembang dengan cepat,” jelasnya.
Konferensi ini menghadirkan empat pembicara utama yaitu Prof. Syaiful Ali, S.E., M.I.S., Ph.D., dari FEB UGM; Dr. Siwage Dharma Negara, Principal Fellow ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura; Dr. Mohd Hairul Azrin Haji Besar dari Universiti Brunei Darussalam; serta Elinor Kasapidis, Chief of Policy, Standards, and External Affairs at Certified Practicing Accountants.
Selama dua hari, peserta akan mengikuti berbagai sesi presentasi paper secara paralel yang membahas isu-isu ekonomi dan bisnis kontemporer. Topik yang diangkat mencakup antara lain akuntansi keuangan, keuangan dan investasi, sustainable accounting/business, corporate governance, pemasaran, sumber daya manusia, auditing, strategic management, entrepreneurship, ekonomi, hingga leadership and organisation.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
