Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali memberikan dukungan bagi mahasiswa selama periode Ujian Tengah Semester (UTS) Tahun Akademik 2026/2027 pada 5-16 Oktober 2026 melalui program Mood Booster. Program yang digagas oleh Career and Student Development Unit (CSDU) yang menghadirkan beragam dukungan seperti pembagian sarapan gratis, stiker afirmasi, dan Wall of Hope sebagai wadah untuk menuliskan harapan dan membagikan pesan positif.
Dekan FEB UGM, Dr. Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menyampaikan bahwa FEB UGM menyediakan program Mood Booster sebagai bentuk dukungan dalam menjaga ssemangat dan kesejahteraan mahasiswa, khususnya selama menghadapi UTS.
“Selama masa UTS ini, kami menyediakan Moodboster dan layanan pojok konsultasi psikologi bagi mahasiswa. Perpaduan antara aspek pemenuhan kebutuhan fisik dan non fisik ini harapannya dapat menjadikan suasana hati menjadi lebih gembira dan mendapatkan nilai yang terbaik,” jelasnya.
Psikolog CSDU FEB UGM, Anisa Yuliandri, S.Psi., M.Psi., Psikolog., melihat antusiasme mahasiswa dalam program ini sebagai hal yang positif. Ia mengatakan bahwa Mood Booster menghadirkan bentuk dukungan kepada mahasiswa untuk makan teratur dan mengambil jeda di tengah aktivitas akademik.
“Bagi mahasiswa, masa ujian menjadi periode yang cukup padat. Harapannya, program ini dapat menjadi pengingat bahwa menjaga kondisi dan kesejahteraan diri juga merupakan bagian dari proses belajar,” terangnya.
Program ini mendapatkan tanggapan positif dari para mahasiswa. Syatira Bahady, mahasiswa Prodi Akuntansi angkatan 2025 mengungkapkan sangat terbantu dengan adanya pembagian sarapan gratiss selama masa UTS. Sebagai mahasiswa perantauan, program ini membuatnya tidak lagi merasa khawatir memikirkan sarapan sebelum mengikuti ujian.
“Kami perlu datang lebih awal karena sarapannya cepat sekali habis. Namun, hal ini menunjukkan bahwa program ini sangat berarti dan membantu mahasiswa,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh D’Phita Ferraria Arseto, mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2025. Ia mengungkapkan bahwa padatnya waktu belajar selama masa ujian terkadang membuatnya tidak sempat menyiapkan makanan sendiri. Kehadiran sarapan gratis pun membantu menghemat pengeluaran sekaligus memenuhi kebutuhan makan sebelum beraktivitas.
“Harapannya semoga program ini terus berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.
Melalui program Mood Booster, FEB UGM berupaya menciptakan lingkungan akademik yang suportif dengan memperhatikan kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan kenyamanan mahasiswa selama menjalani kegiatan perkuliahan, khususnya pada masa UTS. Dukungan melalui penyediaan sarapan gratis dan layanan pojok konsultasi psikologi diharapkan dapat membantu mahasiswa menjaga kondisi fisik dan emosional selama masa UTS. Dengan demikian, mahasiswa dapat menghadapi ujian dengan lebih tenang, menjaga semangat belajar, serta mengoptimalkan potensi akademik mereka. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UGM dalam menghadirkan lingkungan belajar yang suportif, inklusif, dan peduli terhadap kebutuhan mahasiswa secara menyeluruh.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
