Bisnis hijau yang kuat tidak cukup berhenti pada niat mengurangi limbah.
Kepedulian terhadap isu lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang melibatkan kreativitas masyarakat.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) membagikan 613 buah tumbler atau botol minum bagi mahasiswa baru program sarjana FEB UGM angkatan 2026.
Upaya edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat tidak cukup dilakukan hanya dengan penyampaian materi di ruang pertemuan.
Keberlanjutan kini tidak hanya dipandang sebagai sekadar tanggung jawab sosial dalam bisnis perusahaan.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berkomitmen mendukung upaya pembangunan perdamaian berkelanjutan di Aceh melalui kerja sama dengan Badan Reintegrasi Aceh.
Penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung keberlanjutan lingkungan kini mulai diwujudkan di lingkungan kampus.
Ketika nama Syifa Aulia Ar-Rohmah muncul di layar sebagai salah satu calon mahasiswa baru Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), gadis asal Ternate itu tidak langsung bersorak.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) turut ambil bagian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2026.
Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Data Avicenna, S.E., M.Ec.Pol., turut berkontribusi dalam publikasi buku internasional Accelerating Climate Action in Asia and the Pacific: Fiscal Policy Solutions yang diterbitkan oleh Asian Development Bank Institute (ADBI) bekerja sama dengan SOAS University of London.
Dalam publikasi tersebut, Data Avicenna bersama tiga peneliti lainnya, yakni Ega Kurnia Yazid (Research Fellow di Decarbonization and Development Lab, CSIS Indonesia), Kelvin Ramadhan Hidayat (Peneliti Independen), dan Muhammad Faiz Zaidan Alharkan (Mahasiswa Master pada Program Studi Mineral and Energy Economics di Colorado School of Mines), menulis Chapter 10 berjudul “Assessing Local Environmental Spending and Air Pollution Reduction in Indonesia: A Satellite Data Approach”.
Bisakah kami membantu Anda?