Keberlanjutan kini tidak hanya dipandang sebagai sekadar tanggung jawab sosial dalam bisnis perusahaan.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berkomitmen mendukung upaya pembangunan perdamaian berkelanjutan di Aceh melalui kerja sama dengan Badan Reintegrasi Aceh.
Penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung keberlanjutan lingkungan kini mulai diwujudkan di lingkungan kampus.
Ketika nama Syifa Aulia Ar-Rohmah muncul di layar sebagai salah satu calon mahasiswa baru Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), gadis asal Ternate itu tidak langsung bersorak.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) turut ambil bagian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2026.
Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Data Avicenna, S.E., M.Ec.Pol., turut berkontribusi dalam publikasi buku internasional Accelerating Climate Action in Asia and the Pacific: Fiscal Policy Solutions yang diterbitkan oleh Asian Development Bank Institute (ADBI) bekerja sama dengan SOAS University of London.
Dalam publikasi tersebut, Data Avicenna bersama tiga peneliti lainnya, yakni Ega Kurnia Yazid (Research Fellow di Decarbonization and Development Lab, CSIS Indonesia), Kelvin Ramadhan Hidayat (Peneliti Independen), dan Muhammad Faiz Zaidan Alharkan (Mahasiswa Master pada Program Studi Mineral and Energy Economics di Colorado School of Mines), menulis Chapter 10 berjudul “Assessing Local Environmental Spending and Air Pollution Reduction in Indonesia: A Satellite Data Approach”.
Satu jam latihan yoga setiap pekan mungkin terdengar sederhana.
Pariwisata tidak lagi dapat dinilai hanya dari jumlah wisatawan maupun besarnya investasi yang masuk ke suatu daerah.
Kesuksesan alumni tidak hanya tercermin dari capaian profesional, tetapi juga dari kontribusi yang mereka berikan untuk membuka kesempatan bagi generasi berikutnya.
Sampah masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di wilayah Yogyakarta.
Bisakah kami membantu Anda?