FEB UGM dan Hochschule Osnabrück, Jerman, memperkuat kemitraan strategis melalui penjajakan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan mobilitas internasional. Penguatan kerja sama ini dibahas dalam kunjungan delegasi FEB UGM ke Osnabrück pada 5–8 Oktober 2026 sebagai bagian dari program German–Indonesian Partnership for Sustainable Higher Education Development and Transformation, DAAD UAS-International Program.
Delegasi FEB UGM, yang merupakan tim task-force program DAAD-International Doctorate in Business (IDB) FEB UGM, dipimpin oleh Ketua Departemen Manajemen FEB UGM, Prof. Nurul Indarti, S.E., Sivilokonom., Cand.Merc., Ph.D., berkesempatan berdiskusi dengan sejumlah pimpinan Hochschule Osnabrück, di antaranya Vice President for Research, Knowledge Transfer and Academic Training, Prof. Dr. Bernd Lehmann; Vice President for Academic Affairs and Teaching, Prof. Dr. Kathrin Loer; serta Academic Dean for International Affairs, Faculty of Business Management and Social Sciences, Prof. Dr. Holger Sutschet.
Selain Nurul Indarti delegasi FEB UGM, terdiri dari Sekretaris Departemen Manajemen FEB UGM, Nofie Iman Vidya Kemal, S.E., M.Sc., Ph.D.; Sekretaris Program Studi Sarjana Manajemen FEB UGM, Rocky Adiguna, S.E., M.Sc., Ph.D.; Sari Sekretaris Program Studi Magister Manajemen FEB UGM Kampus Jakarta, Sitalaksmi, S.E., M.Mgt., Ph.D.; serta Ketua Program Studi Magister Sains dan Doktor Manajemen FEB UGM, Widya Paramita, S.E., M.Sc., Ph.D.
Ketua Departemen Manajemen FEB UGM, Prof. Nurul Indarti, S.E., Sivilokonom., Cand.Merc., Ph.D., menyampaikan bahwa dalam kunjungan ini membahas perkembangan program DAAD-International Doctorate in Business (IDB) FEB UGM. Penguatan kemitraan tersebut diarahkan pada keberlanjutan kegiatan pembelajaran, penelitian bersama, pertukaran akademik, dan pengembangan jejaring industri.

“Dalam kunjungan tersebut pihak Hochschule Osnabrück menyampaikan bahwa FEB UGM dipandang sebagai salah satu mitra strategis yang diharapkan dapat terus dikembangkan dalam jangka panjang, tidak terbatas pada pelaksanaan program DAAD-IDB,” tegasnya.
Salah satu agenda tindak lanjut yang disepakati adalah penyelenggaraan IDB International Week pada 6–10 September 2027 di Osnabrück. Program selama lima hari tersebut direncanakan mencakup kegiatan akademik dan perkuliahan, presentasi riset mahasiswa IDB Batch 1 dan 2, kunjungan perusahaan atau institusi, serta diskusi jejaring akademik dan peluang kolaborasi.
Kunjungan industri ke CLAAS juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Selain membuka peluang kunjungan mahasiswa, kedua institusi menjajaki kemungkinan penelitian bersama dan kerja sama pendanaan yang melibatkan industri.
Di bidang penelitian, salah satu gagasan yang dibahas adalah studi komparatif mengenai keputusan konsumen untuk memperbaiki atau mengganti produk (repair versus replacement) dalam konteks Indonesia, Jerman, dan Belanda.
“Kami juga mendiskusikan ide riset lainnya dengan kolega di Osnabrück, termasuk peluang publikasi dan pendanaan bersama,” tutur Nurul.
Selain program DAAD-IDB, Nurul menjelaskan bahwa FEB UGM dan Hochschule Osnabrück membahas peluang keterlibatan dosen FEB UGM dalam International Block Weeks, program perkuliahan intensif yang diselenggarakan setiap Mei dan Oktober.
“Dalam kesempatan itu kami juga menjajaki peluang mobilitas dosen dan mahasiswa melalui skema Erasmus+ KA171. Pengajuan kerja sama untuk periode berikutnya direncanakan pada musim gugur 2027,” terangnya.
Nurul menyebutkan gagasan pengembangan konsentrasi Event Management pada program S1 International Undergraduate Program (IUP) Business FEB UGM turt menjadi pembahasan dalam kunjungan. Keahlian akademik Hochschule Osnabrück di bidang tersebut berpotensi mendukung pengembangan materi pembelajaran dan kegiatan akademik bersama.

Penjajakan juga dilakukan untuk pemetaan kurikulum dan kemungkinan pengembangan program gelar ganda (double degree), termasuk keterkaitannya dengan program MBA atau MSc Manajemen.
“Kami juga mendiskusikan kemungkinan pengembangan jalur dari program MSc Manajemen atau MBA FEB UGM menuju studi doktoral di Osnabrück,” imbuhnya.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi FEB UGM juga berdiskusi dengan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Osnabrück. Mahasiswa menyampaikan apresiasi terhadap pengalaman belajar yang interaktif dan aplikatif. Di sisi lain, terdapat sejumlah masukan terkait sistem akademik dan pencarian tempat magang yang umumnya perlu diupayakan secara mandiri oleh mahasiswa.
Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi FEB UGM untuk memperkuat persiapan mahasiswa yang akan mengikuti program mobilitas internasional, baik dari aspek akademik maupun kesiapan menghadapi lingkungan belajar dan profesional di negara tujuan.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum





