Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menggelar kuliah tamu bertajuk “Building a Digital Islamic Ecosystem through Mobile Banking” dengan menghadirkan Senior Vice President IT Strategic Planning Group BSI, M. Misbahul Munir, pada Kamis, 24 Oktober 2024, di Gedung Pusat Pembelajaran FEB UGM.
Munir, dalam kesempatan tersebut, menjelaskan pentingnya peran syariah dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan humanis. Ia memulai sesi dengan mengulas pemikiran ekonomi klasik, seperti yang ditulis oleh Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nations. Menurutnya, ekonomi klasik menekankan kepentingan diri sendiri dan akumulasi modal sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Model ini mendorong praktik ekonomi, termasuk kontrak perbankan, yang berpotensi merugikan salah satu pihak seperti pada kasus compound interest (bunga majemuk) di Nigeria. Di sana banyak orang; tidak sedikit yang terjebak dalam utang berkepanjangan akibat beban bunga yang terus meningkat.
Oleh sebab itu, ekonomi syariah hadir sebagai alternatif untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Berbanding terbalik dengan ekonomi kapitalis yang memberlakukan penalti dan denda yang sangat tinggi, syariah menawarkan solusi yang lebih humanis. Dalam syariah, apabila terdapat kesalahan pribadi, dapat dibayar bukan dengan denda atau penalti, melainkan dengan membantu masyarakat yang lebih membutuhkan.
“Dalam Islam, kompensasi atas pelanggaran janji ada tiga, yaitu memberi makan fakir miskin, memberi pakaian bagi yang membutuhkan, dan membebaskan budak. Jika tidak mampu salah satu dari ketiganya, maka dapat diganti dengan berpuasa selama 3 hari,” paparnya, Kamis (24/10).
Munir juga menekankan bahwa kontrak ekonomi syariah, termasuk dalam perbankan, didasarkan pada prinsip maqashid syariah yang menolak riba dan segala bentuk penipuan. Bank syariah sebagai lembaga perbankan berbasis hukum Islam pun menerapkan prinsip tersebut, salah satunya dengan tidak mengenakan denda bagi nasabah yang terlambat membayar kredit, melainkan hanya mengenakan biaya admin penagihan yang hasilnya disalurkan untuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).
“Uang ini pun tidak boleh dimasukkan sebagai laba, tetapi kita gunakan untuk kemaslahatan umat bersama melalui program CSR, seperti pembangunan masjid dan bakti sosial,” ujar Munir.
Dalam kuliah tamu tersebut, turut dilakukan uji coba onboarding online menggunakan super apps BYOND by BSI. Pengembangan aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan syariah.
“Masyarakat butuh sesuatu yang dapat dinikmati dan memberikan solusi praktis. Oleh karena itu, BSI hadir untuk melayani semua segmen masyarakat, baik UMKM maupun korporasi, agar dapat bertransaksi dalam ekosistem perbankan digital kami,” ujar Munir.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menyambut baik kolaborasi BSI melalui kuliah tamu ini. Melalui kegiatan ini, “Dalam pendidikan bisnis, ada dua cara untuk mendekatkan mahasiswa ke industri, yaitu mengirim mahasiswa ke industri melalui program magang seperti Kampus Merdeka dan menghadirkan para ahli industri ke kampus. Saya berharap, melalui kuliah umum ini, teman-teman mahasiswa bisa mendapatkan banyak manfaat dan wawasan baru,” ungkap Bayu.
Melalui kuliah umum ini, diharapkan dapat meningkatkan literasi mahasiswa tentang perbankan syariah. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk menggunakan produk perbankan syariah.
Reportase: Najwah Ariella Puteri
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)



