Data dari Demographic and Health Survey (DHS) yang selama ini dikenal sebagai sumber informasi kesehatan ternyata memiliki potensi besar untuk analisis lintas disiplin. Hal ini terungkap dalam lokakarya bertema “Pengolahan Data Demographic and Health Survey (DHS)” yang digelar oleh Bidang Kajian Microeconomics Dashboard (Micdash) FEB UGM, yang berlangsung pada Sabtu, 16 November 2024 di FEB UGM.
Menghadirkan Flora Aninditya, peneliti dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, lokakarya ini bertujuan untuk memperkenalkan metode dan manfaat analisis data Demographic and Health Survey (DHS). Pada kegiatan tersebut disampaikan pemaparan pengenalan DHS, sampel weighing pada DHS, pencatatan variabel DHS, penyiapan data DHS untuk analisis, serta analisis data DHS.
Flora menyampaikan bahwa DHS adalah survei yang dilakukan di banyak negara berkembang dengan dukungan teknis dari USAID DHS Program di Amerika. Sementara itu, Indonesia merupakan salah satu negara yang menyelenggarakan DHS, yang dikenal dengan nama Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) atau Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI).
“Survei ini memuat informasi kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak. Meski berjudul Survei Demografi dan Kesehatan, data DHS dapat dimanfaatkan untuk analisis multidisiplin, termasuk bidang ekonomi, kependudukan, sosial, dan gender dynamics,” paparnya, Sabtu (16/11).
Flora menekankan keunikan struktur data DHS yang berbeda dari kuesioner pada umumnya. Hal ini menyebabkan pengelolaan dan analisis data memerlukan pendekatan khusus.
“Ada fitur-fitur di Stata yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola data DHS ini,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, lanjut Flora, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip-prinsip dasar pengelolaan dan analisis data DHS. Selain itu,peserta diharapkan dapat memanfaatkan fitur-fitur khusus di Stata untuk mendukung analisis data. Workshop ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membuka wawasan baru tentang manfaat luas data DHS, menjadikannya sebagai alat yang strategis untuk riset multidisiplin di era berbasis data.
Reportase: Orie Priscylla Mapeda Lumalan
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)




