Stres menjadi permasalahan yang kerap muncul saat berada di bawah tekanan. Psikolog Career and Student Development Center (CSDU), Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Anisa Yuliandri, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengupas tuntas strategi untuk mengurangi dampak negatif stres melalui teknik mindfulness.
Dalam pelatihan “Mindfulness as Stress Management Strategy” yang berlangsung Kamis, 21 November 2024 di FEB UGM, Anisa menjelaskan stress merupakan kondisi kekhawatiran atau ketegangan mental yang muncul akibat situasi sulit. Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu stres, yakni faktor lingkungan, sosial, fisiologis, dan mental.
Anisa menyebutkan bahwa stres tidak melulu memunculkan respons negatif, tetapi juga dapat memunculkan respons positif. Respons positif membantu seseorang siap menghadapi tantangan, sedangkan respons negatif dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental. “Cara seseorang merespon peristiwa stres memiliki dampak besar pada kondisi diri mereka,” tambahnya
Anisa menggunakan analogi gelas untuk menjelaskan bagaimana seseorang dapat mengelola sumber stres. Seseorang dapat memilih apakah ingin mengurangi isi gelas, yaitu fokus menyelesaikan satu per satu masalah, menghindari lingkungan toksik, atau membatasi paparan terhadap stresor. Seseorang juga dapat memilih untuk memperbesar gelas, di mana orang tersebut akan memilih untuk meningkatkan kapasitas diri dengan memperkuat sumber daya personal, seperti berbagi cerita dengan orang lain, belajar dari pengalaman, dan memperbaiki cara pandang terhadap suatu masalah.
Ia pun memperkenalkan mindfulness sebagai kesadaran momen demi momen yang dilakukan dengan sengaja, yaitu memperhatikan momen saat ini. Menerima dan menyadari bagaimana momen saat ini, dan berfokus pada saat ini.
“Ketika seseorang tidak sadar akan pikiran dan perasaannya, ia cenderung bereaksi secara impulsif terhadap stres, sehingga mudah kewalahan oleh emosi,” terang Anisa.
Dengan mindfulness, lanjutnya, seseorang dapat menyadari adanya momen untuk membuat pilihan sebelum bereaksi. Dengan upaya tersebut, diharapkan individu dapat lebih mampu mengendalikan stres.
Di akhir sesi, Anisa mengajak mahasiswa untuk mempraktikkan Mindful Cup. Peserta diminta untuk menuliskan emosi yang dirasakan dalam satu minggu terakhir pada selembar kertas, kemudian memasukkannya ke dalam cup. Selanjutnya, peserta diminta untuk menganalisis emosi mereka satu per satu dan memikirkan apa saja yang telah mereka lakukan untuk mengurangi emosi tersebut.
Reportase: Orie Priscylla Mapeda Lumalan
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)


