Belum lama viral unggahan di media sosial sebuah infografis yang menampilkan Indonesia sebagai negara termiskin kedua di dunia. Infografis tersebut mencantumkan persentase kemiskinan Indonesia 60,3 persen di bawah Zimbabwe sebesar 84,2 persen dengan klaim data bersumber dari World Bank.
Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), sekaligus Bidang Kajian Pengentasan Kemiskinan dan Ketimpangan/EQUITAS (Equitable Transformation for Alleviating Poverty and Inequality), Wisnu Setiadi Nugroho, Ph.D., menyampaikan bahwa World Bank tidak pernah mengeluarkan dokumen baik melalui Global Poverty Line, Poverty and Inequality Platform (PIP), maupun Macro Poverty Outlook yang menyebutkan Indonesia sebagai negara termiskin kedua di dunia.
“Narasi tersebut tidak berasal dari World Bank melainkan dari kesalahan dalam memahami dan mengonversi konsep daya beli atau purchasing power parity (PPP),” jelasnya Kamis (4/2/2026) di FEB UGM.
Wisnu menjelaskan bahwa World Bank mengukur kemiskinan internasional menggunakan garis kemiskinan berbasis PPP, misalnya USD 2,15 PPP per kapita per hari.