Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) yang tergabung dalam tim NgIDE berhasil menyabet juara 1 dalam kompetisi Audit Case Challenge dalam ajang The 25th Auditor’s Transformation Venture (ATV) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Tim NgIDE beranggotakan Keyra Audrey Annabelle Christian (Akuntansi 2023), Ratri Dwiyanti (Akuntansi 2023), dan Luthfida Aufa Shabrina Rubyarno (Akuntansi 2023).
Tim NgIDE berhasil menyabet gelar juara setelah melewati rangkaian seleksi yang berlangsung sejak awal Januari hingga awal Maret 2026, Kompetisi ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu preliminary round, semifinal round, dan final round. Pada tahap preliminary, seluruh tim diminta menyusun paper analysis untuk menjawab studi kasus audit internal yang diberikan. Tahap ini menuntut peserta tidak hanya memahami permasalahan, tetapi juga mampu merumuskan solusi berbasis analisis yang komprehensif.
Memasuki tahap semifinal yang berlangsung dari awal hingga pertengahan Februari, tim ditantang untuk menyusun presentasi dalam bentuk pitch deck. Presentasi dilakukan dalam waktu 10 menit, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 5 menit. Pada tahap ini, kemampuan komunikasi dan ketajaman analisis menjadi kunci dalam meyakinkan dewan juri.
Selanjutnya, pada tahap final yang berlangsung dari akhir Februari hingga awal Maret, lima tim terbaik berkompetisi dalam dua sesi utama. Sesi pertama berupa presentasi solusi (pitching), sementara sesi kedua adalah Audit Case Forum, yakni forum diskusi interaktif antarpeserta.
“Di final itu ada dua tahapan, pertama pitching, kedua audit case forum. Jadi kita diskusi dan beradu argumen dengan tim lain sambil menjawab pertanyaan dari moderator,” terang Keyra.
Keyra menjelaskan bahwa strategi utama tim adalah pembagian tugas anggota tim yang jelas pada setiap soal dalam studi kasus. Selain menjawab pertanyaan yang diminta, tim juga secara proaktif memberikan solusi tambahan.
“Strategi kita dalam menyusun solusi atau analisis selain membagi tugas, kami mengumpulkan banyak data juga. Kami mengambil dari jurnal-jurnal, khususnya Institute of Internal Auditors (IIA) untuk menyusun solusi dan analisisnya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan waktu. Seluruh anggota tim tengah menjalani program magang sehingga mereka kerap harus bekerja hingga larut malam. Kondisi ini membuat proses pengerjaan dilakukan di sela-sela aktivitas, bahkan hingga mengorbankan waktu istirahat.
Keberhasilan tim ini juga tidak lepas dari dukungan FEB UGM melalui dosen pembimbing mereka, Rijadh Djatu Winardi, S.E., M.Sc., Ph.D., CFE, yang secara aktif mendampingi proses kompetisi. Rijadh turut mengajak rekannya, seorang praktisi audit internal, untuk memberikan mentoring kepada tim. Dari sesi-sesi tersebut, Tim NgIDE memperoleh berbagai insight yang memperkuat kualitas analisis mereka.
“Kami sering kali mentoring bersama Pak Rijadh dan temannya yang seorang internal auditor. Selama proses pengerjaan ini, kami mendapat banyak sekali insight penting dari keduanya,” tuturnya.
Di balik capaian tersebut, Keyra menyebut bahwa kunci keberhasilan tim terletak pada kerja sama yang solid dan manajemen waktu yang disiplin. Selama proses kompetisi, setiap anggota saling melengkapi dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi berbagai tantangan.
Melalui pengalaman ini, Keyra menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa FEB UGM untuk memanfaatkan masa perkuliahan secara optimal, baik melalui kompetisi, organisasi, kepanitiaan, maupun kegiatan pengembangan diri lainnya.
Reportase: Dwi Zhafirah Meiliani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
