Meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi wisudawan. Hal itu turut dirasakan oleh Yulistika Rahayu (40) dari Program Studi Magister Manajemen FEB UGM Kampus Jakarta. Ia berhasil meraih IPK 4.00 dalam waktu 1 tahun 9 bulan 9 hari dan menjadi wisudawan terbaik FEB UGM dalam Wisuda Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026.
Tika, begitu ia biasa disapa, mengaku senang sekaligus bangga meraih IPK tertinggi dan menjadi lulusan terbaik dalam wisuda kali ini. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjuangan yang tidak mudah selama menjalani studi di FEB UGM. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Industri, Tika memutuskan kembali ke bangku kuliah melalui Program MM FEB UGM Kampus Jakarta.
“Keputusan saya melanjutkan studi didorong oleh keinginan untuk fokus pada pengembangan diri. Saya merasa kemampuan berpikir kritis dan leadership perlu diperbarui agar lebih relevan dengan tuntutan dunia profesional saat ini,” ujar Senior Account Manager di PT. Telkom Indonesia ini.
Dorongan tersebut pula yang mengantarkan Tika memilih Program Magister Manajemen (MM) FEB UGM sebagai tujuan studinya. FEB UGM dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis terkemuka di Indonesia dengan reputasi akademik sangat baik serta telah terakreditasi internasional dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB).

Setelah resmi menjadi mahasiswa MM FEB UGM angkatan 2023, Tika menjalani masa studi yang penuh dinamika. Pada semester pertama hingga kedua, ia mengikuti perkuliahan dalam kondisi hamil, bahkan sempat melahirkan di tengah masa studi. Pada waktu yang hampir bersamaan, ia juga harus menghadapi duka mendalam atas wafatnya sang ayah. Di tengah situasi tersebut, Tika bertekad untuk tetap menyelesaikan studi tepat waktu.
Selama perkuliahan, Tika merasakan ruang pembelajaran yang kondusif dan suportif. Diskusi di kelas terasa semakin kaya karena setiap mahasiswa memiliki perspektif yang berbeda.
Dukungan dari dosen pembimbing turut membantu Tika dalam menjalani studi dan penyusunan tesis. Dalam proses penyusunan tesis, Tika dibimbing oleh Prof. Dr. Willy Abdillah, S.E., M.S.c., yang tidak hanya berperan sebagai dosen pembimbing, tetapi juga mentor. Melalui bimbingan yang menekankan komitmen, konsistensi, dan kualitas akademik, ia mampu menyelesaikan pendidikan magister melampaui ekspektasi pribadinya. Tika mengangkat topik analisis kompetensi inti untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan studi kasus PT Telkom, tempat ia bekerja. Topik ini dipilih sejalan dengan kondisi perusahaan yang tengah menjalani transformasi fundamental dan membutuhkan strategi yang tepat agar dapat terus tumbuh dan beradaptasi.
“Saya berharap hasil penelitian ini bisa menjadi bahan refleksi dan rujukan nyata dalam proses transformasi perusahaan,” ungkapnya.

Tika menegaskan bahwa gelar yang diraih bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia mendorong para lulusan untuk menjadi pemimpin yang menginspirasi, menghadirkan manfaat bagi sesama, serta tetap rendah hati dalam setiap peran yang dijalani.
Sebagai pesan reflektif atas perjalanan studinya, Tika mengajak mahasiswa MM FEB UGM untuk tetap fokus, konsisten, dan berkomitmen pada proses.
“Jalani semuanya satu per satu. Jangan ragu untuk saling membantu, karena perjalanan ini akan terasa jauh lebih ringan ketika dijalani bersama,” pungkasnya.
Reportase: Dwi Zhafirah Meiliani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
