Tiap tahunnya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) tidak pernah absen menjadi tempat tujuan bagi mahasiswa asing untuk menjalani program pertukaran mahasiswa (student exchange). Bahkan, ada beberapa pula yang datang ke FEB UGM untuk mendapatkan dua gelar (double degree). Gelombang kedatangan mahasiswa asing tersebut semakin menanjak dari tahun ke tahun. Pada tahun ajaran yang baru ini, FEB kedatangan kurang lebih tujuh puluh mahasiswa asing, jumlah terbanyak sejauh ini.

Mahasiswa-mahasiswa tersebut datang dari berbagai negara maju, seperti Belanda, Jerman, Perancis, Swedia, Norwegia, Kanada, Korea Selatan, dan Hongkong. B.M. Purwanto, MBA., Ph.D. selaku Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan dalam sambutannya pada Student Orientation (3/9/13) menuturkan salah satu alasan mengapa Asia menjadi tempat yang direkomendasikan sebagai tujuan pertukaran, "Because market right now is shifting to Asia. Asia provides growing market, growing economy, growing middle class income. Your Government encourages to visit Asia. (Karena saat ini pasar sedang bergeser ke Asia. Di Asia terdapat pasar yang sedang tumbuh, ekonomi yang tumbuh, kelas menengah yang tumbuh. Pemerintah menyarankan kalian untuk mengunjungi Asia-red)." B.M. Purwanto juga menambahkan bahwa hal itu ditujukan untuk "meng-exploit" Asia yang diikuti gelak tawa dari para peserta.

Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan jajaran dekanat FEB UGM juga jajaran ketua dan sekretaris jurusan yang hadir. Selain itu, B. M. Purwanto juga menjelaskan sedikit terkait kultur dan budaya yang ada di Indonesia, khususnya Yogyakarta. Ia memberitahu peserta bahwa sebagai negara berpenduduk mayoritas pemeluk agama Islam, nilai-nilai umat Islam akan amat kental di sini. Salah satu contohnya adalah azan. Namun, ia juga meyakinkan mereka bahwa toleransi juga amat tinggi. Sehingga kehidupan bermasyarakat antar pemeluk agama tetap terjalin dengan baik.

Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M, manajer Office of International Affairs (OIA), juga menjelaskan hal yang hampir serupa. Rangga menjelaskan tentang pembagian waktu di Indonesia, flora dan fauna khas negara Indonesia seperti orangutan dan Rafflesia Arnoldi, juga struktur geografis wilayah Indonesia, seperti gunung berapi, wilayah tepi pantai, dan lain sebagainya. Sebagai manajer OIA, Rangga juga meminta kepada setiap mahasiswa asing untuk menghubunginya secara langsung jika mengalami kesulitan atau masalah.

Pengenalan kampus beserta wilayah baru yang akan didiami oleh para mahasiswa selama beberapa bulan ke depan diharapkan dapat membuat mereka merasa lebih dekat dengan tempat baru ini. Seperti yang dituturkan B.M. Purwanto, ia mengharapkan agar para mahasiswa dapat merasa nyaman dan melakukan yang terbaik, dengan melakukan eksplorasi.

Sumber: Nadia/FEB