Kreativitas merupakan hal yang penting untuk mengembangkan sebuah bisnis. Tanpa kreativitas manusia tidak akan memiliki mesin penggerak untuk melakukan inovasi pada bisnisnya. Namun, memiliki sebatas kreativitas saja ternyata tidak cukup. Kreativitas harus didukung dengan kemampuan riset (bisnis) yang mumpuni. Ketika kedua hal tersebut bertemu maka akan tercipta suatu bisnis luar biasa yang kita kenal dengan Google. Seperti yang kita tahu Google merupakan mesin pencari online yang menyimpan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan. Namun lebih dari itu Google merupakan sebuah industri riset yang menempatkan dirinya sebagai tempat memecahkan masalah dan melakukan riset untuk mengetahui tren apa yang akan muncul di masa yang akan datang melalui algoritma dan metode riset lainnya. Kreativitas harus didukung oleh kemampuan riset yang komprehensif untuk menciptakan sebuah strategi inovasi yang sukses.

Pentingnya manfaat riset dibalik sebuah bisnis tersebut dipaparkan oleh M. Arief Budiman, CEO Petakumpet dan Chairman Pinasthika Creativestival. Arief hadir ke kampus FEB UGM bersama tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dalam rangkaian acara Indonesia Kreatif Goes to Campus (23/10). Selain di UGM acara ini juga dilaksanakan di universitas lain di Indonesia dengan tema sektor kreatif yang berbeda sesuai dengan keunggulan masing-masing universitas. UGM sebagai universitas riset terbaik di Indonesia menjadi tempat yang tepat untuk menkampanyekan bidang riset sebagai salah satu sektor kreatif yang memiliki perkembangan yang baik di masa depan. Acara Indonesia Kreatif ini mengajak para mahasiswa untuk mengeksplorasi kretivitas dari kompetensi bisnis yang dimiliki di lingkungan sekitar namun tetap memunculkan identitas dan kearifan lokal Indonesia sebagai ciri utama. Melihat fenomena di daerah bahwa para pebisnis khususnya UMKM cenderung berjalan sendiri-sendiri, Indonesia Kreatif berkeinginan untuk mengsinergikan tiga sektor penting untuk meningkatkan sektor perekonomian yaitu pemerintah, pelaku bisnis, dan para akademisi. Akademisi menjadi salah satu pilar penting karena akademisi memiliki kemampuan riset dan analisis yang baik untuk menyelesaikan permasalahan dan melihat potensi yang muncul dari industri kreatif di Indonesia. "Karena sebuah daya riset dan analisis yang kuat, sebuah gadget dengan biaya produksi $10 mampu dibandrol dengan harga $400. Itulah gunanya riset dalam sebuah bisnis", ungkap M. Edhie Purnawan, M.A., Ph.D, wakil dekan bidang riset, alumni, dan kerjasama FEB UGM.

Selain menyampaikan mengenai pentingnya riset dalam sebuah bisnis, Arief juga mengungkapkan beberapa kunci kesuksesan dalam berbisnis. Mencari masalah sebanyak-banyaknya karena masalah merupakan peluang yang harus dimanfaatkan dan manusia pada hakikatnya butuh suatu kegagalan karena dengan kegagalan tersebut kita dipacu untuk menjadi lebih kreatif. Di akhir pemaparannya Arief menutup kuliah umum dengan sebuah pepatah yang memotivasi : "setiap manusia dilahirkan jenius, sampai ia menyerah pada pendapat orang yang mengubahnya menjadi manusia biasa-biasa saja."

Sumber: Poppy/FEB