Ramadan kerap diibaratkan sebagai madrasah ruhani, tempat manusia melatih jiwa dan hati untuk merefleksikan diri dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Melalui puasa, manusia diajarkan untuk mengikhlaskan sesuatu, membersihkan diri, dan meningkatkan kualitas keimanan.
Edy Musoffa, S. Ag. MHI., Komisi Dakwah MUI Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan bahwa ibadah puasa mengandung beberapa pembelajaran penting bagi kehidupan seorang muslim. Salah satunya adalah pelajaran tentang keikhlasan.
“Puasa adalah ibadah yang tidak bisa dipamerkan. Hanya Allah Swt., dan diri kita sendiri yang benar-benar mengetahui dilakukannya ibadah tersebut. Oleh sebab itu puasa melatih kita untuk ikhlas bukan karena ingin dipuji manusia namun semata-mata karena Allah Swt.,” ungkapnya dalam kajian Buka Bersama FEB UGM yang dihadiri oleh sivitas FEB UGM pada Jumat (13/3/2025).
Edy Musoffa menyampaikan berpuasa mengajarkan manusia untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk atau yang dapat disebut dengan tazkiyatun nafs. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mengendalikan beberapa potensi sifat negatif dalam manusia, seperti sombong, iri hati, dengki, dan serakah.
Kesombongan dapat muncul karena berbagai hal seperti ilmu, jabatan, dan kekayaan yang dimiliki seseorang. Edy Musoffa mengibaratkan orang yang sombong sebagai pohon kelapa muda yang berdiri tegak lurus. Sementara orang yang berilmu dan bijaksana seperti tanaman padi yang semakin berisi semakin merunduk.
Edy Musoffa menambahkan puasa juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah. Misalnya, menjaga sholat lima waktu, memperbanyak sholat sunnah, melaksanakan sholat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa.
Di sisa hari bulan Ramadan ini ia mengajak sivitas FEB UGM untuk tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus namun juga meningkatkan ibadah dan menyeimbangkan jasmani serta rohani. Melalui proses tersebut, diharapkan setiap muslim dapat keluar dari bulan Ramadan sebagai pribadi yang lebih baik, lebih bersih hatinya, dan semakin bertakwa kepada Allah Swt.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
