Satu jam latihan yoga setiap pekan mungkin terdengar sederhana. Namun bagi sejumlah mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), rutinitas tersebut telah menjadi cara untuk mengembalikan energi, menjaga kebugaran, dan menemukan ketenangan di tengah padatnya aktivitas kampus.
Komunitas Yoga FEB UGM hadir sebagai ruang bagi sivitas akademika untuk sejenak melepaskan penat sekaligus menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Komunitas ini berdiri sejak awal 2017 berangkat dari keinginan staf profesional FEB UGM untuk berolahraga bersama setelah seharian bekerja di depan komputer. Bomantoro, staf Admisi, Kemitraan dan Alumni FEB UGM, menginisiasi lahirnya komunitas ini.
Bomantoro mengatakan kehadiran Komunitas Yoga FEB UGM mendapat sambutan yang sangat positif dari sivitas akademika. Antusiasme tersebut terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam setiap sesi latihan yang rutin diselenggarakan setiap hari Kamis. Di setiap kelas yoga yang digelar hampir selalu dipenuhi oleh mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan yang ingin menjaga kebugaran sekaligus melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
“Banyak yang merasakan manfaatnya. Setelah yoga, tubuh terasa lebih segar dan lebih siap untuk kembali beraktivitas,” ungkapnya.
Bagi Jenny, mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2022, bergabung dengan komunitas yoga menjadi pengalaman yang menyenangkan. Awalnya, ia merasa tubuhnya sering kaku dan mudah lelah. Saat mengetahui adanya komunitas yoga di FEB UGM, ia pun memutuskan untuk mencoba.
Setelah rutin mengikuti latihan selama empat bulan terakhir, Jenny merasakan perubahan pada kondisi tubuhnya. Selain lebih bugar, kualitas tidurnya pun menjadi lebih baik.
“Ternyata komunitasnya seru banget dan suportif. Kalau habis yoga, badan terasa lebih ringan dan tidur jadi lebih nyenyak,” katanya.
Meski masih menghadapi tantangan pada beberapa gerakan seperti arm balance, hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk terus belajar. Salah satu pose favoritnya adalah

King Pigeon Pose yang memberikan sensasi peregangan yang ia sukai.
Semangat yang sama juga dimiliki Desi Suprapti, staf profesional bagian umum FEB UGM. Sejak awal bekerja di FEB UGM, ia telah menjadikan yoga sebagai bagian dari rutinitasnya. Menurutnya, yoga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarana untuk menenangkan pikiran.
“Yoga membuat saya merasa lebih sehat, bukan hanya fisik namun mental juga terjaga,” ujarnya.
Sementara Dosen Departemen Ilmu Ekonomi, Gunawan, B.Sc., M.Sc., Dipl.Stat.Ec., Ph.D., menilai bahwa yoga dapat menjadi solusi sederhana untuk mengatasi ketegangan akibat aktivitas akademik yang sebagian besar dilakukan dengan posisi duduk.
Menurutnya, yoga membantu meregangkan otot sekaligus melatih mindfulness. Saat berlatih, perhatian difokuskan pada napas dan gerakan tubuh sehingga peserta dapat melepaskan diri sejenak dari berbagai tekanan pekerjaan maupun studi.
“Pekerjaan saya banyak dilakukan sambil duduk untuk membaca dan mempersiapkan materi. Yoga membantu tubuh menjadi lebih rileks,” jelasnya.
Lebih dari sekadar olahraga, Komunitas Yoga FEB UGM telah berkembang menjadi ruang yang mempererat hubungan antarsivitas akademika. Dari ruang latihan yang sama, terbangun kebiasaan untuk saling menyemangati, berbagi pengalaman, dan bersama-sama menjalani gaya hidup yang lebih sehat.
Video Sisi Lainn Kampus bertajuk Komunitas Yoga FEB selengkapnya dapat diakses melalui: http://ugm.id/KomunitasYogaFEBUGM
Reportase: Najwa Anggi Namira
Editor: Kurnia Ekaptiningrum



