Setelah menempuh studi sarjana, gelar yang dikantongi lulusan perguruan tinggi di Indonesia ternyata belum cukup menjadi bekal menembus ketatnya persaingan dunia kerja. Lantas, apa yang sebenarnya masih kurang dari mereka?
Dunia kerja saat ini menuntut talenta yang benar-benar adaptif, bukan sekadar lulusan bergelar sarjana. Kondisi ini memunculkan competency gap, yakni kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan dunia kerja. Kesenjangan itulah yang mendorong Ratis Maharanidewi Cesarina untuk meneliti peran program magang dalam menjembatani celah tersebut.
Persoalan tersebut ia bahas dalam program 3 Minute Thesis berjudul Benarkah Magang MSIB Meningkatkan Learning Agility Mahasiswa? Dalam penelitian skripsinya di Program Studi Manajemen, Ratis mengkaji pengaruh pembelajaran berbasis praktik kerja terhadap pembentukan ketangkasan belajar mahasiswa selama mengikuti program magang MSIB Kampus Merdeka.
Di bawah bimbingan Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D., penelitian dilakukan terhadap 203 alumni dan mahasiswa aktif yang pernah mengikuti program magang MSIB dalam rentang periode 2021-2024. Program magang ini merupakan program percontohan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran berbasis praktik kerja yang diperoleh mahasiswa selama magang memberikan dampak positif terhadap pembentukan ketangkasan belajar. Melalui pengalaman langsung di dunia kerja, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dilatih menghadapi tantangan nyata.
Mereka belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja yang kompleks, belajar dari perbaikan kesalahan, dan memanfaatkan feedback yang diberikan mentor di tempat kerja.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa program magang dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi competency gap antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri di Indonesia,” ujar Ratis yang telah lulus dari Prodi Manajemen FEB UGM pada Februari 2026 lalu.
Bagi mahasiswa, ia mengungkapkan bahwa manfaat magang tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga membantu membentuk kesiapan kerja agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini. Sementara bagi organisasi, magang menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengembangkan calon kandidat sebelum memasuki proses rekrutmen formal.
“Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri melalui program magang dapat berkontribusi dalam menciptakan talenta muda Indonesia yang lebih siap, kompeten, dan mampu bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.
Video selengkapnya program 3 Minute Thesis yang berjudul “Benarkah Magang MSIB Meningkatkan Learning Agility Mahasiswa?” dapat diakses melalui:http://ugm.id/MagangMSIB
Reportase: Dwi Zhafirah Meiliani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals

