Para mahasiswa asing tersebut berasal dari 42 universitas di dunia dengan total 76 mahasiswa program sarjana dan 19 mahasiswa program pascasarjana. Seluruh mahasiswa tersebut mengikuti program student exchange maupun double degree di FEB UGM selama satu semester kedepan.
Sebelum memulai perkuliahan, para mahasiswa mengikuti orientation day pada 10 Agustus 2026 untuk lebih mengenal tentang FEB UGM, mulai dari sistem belajar, fasilitas, hingga budaya yang berlaku di dalam lingkungan kampus. Tidak hanya tentang kampus, para mahasiswa asing juga mendapatkan materi terkait budaya di Yogyakarta sebagai tempat yang akan mereka tinggali selama satu semester kedepan.
Wakil Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menyambut para mahasiswa asing yang akan memulai studi di FEB UGM. Ia berpesan pesan kepada para mahasiswa untuk mencari pengalaman sebanyak mungkin selama studi di UGM.
“Sekali Anda datang di kampus ini, itu berarti Anda adalah bagian dari keluarga kami. Ketika Anda sudah kembali ke negara masing-masing, Anda akan menjadi ambassador kami. Sekali lagi, selamat datang dan silakan nikmati proses belajar di Yogyakarta” ujarnya.
Koordinator unit Global Relations and Mobility Office (GREAT), Ida Noviyantie, S.S., M.A., turut memberikan pembekalan kepada para mahasiswa asing terkait sistem perkuliahan di FEB UGM seperti presensi kehadiran, sistem kredit, hingga berbagai aturan yang berlaku di FEB UGM. Dengan pembekalan ini, mereka diharapkan dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kampus.
Selain itu, terdapat pula sesi pengenalan budaya yang dipandu oleh Ketua Prodi Manajemen FEB UGM, RR. Tur Nastiti, M.Si., Ph.D. Pada kesempatan ini, Tur nastiti menyampaikan terkait budaya, kebiasaan, dan norma yang berlaku di Indonesia, khususnya di Yogyakarta.
“Selama berkuliah di sini, Anda diharapkan dapat menghormati kebiasaan lokal maupun aturan internal kampus. Ini adalah hal penting yang perlu dijaga agar Anda bisa menyatu dan diterima dengan baik oleh lingkungan sekitar,” tuturnya.
Louise Batifoulier, salah satu mahasiswa yang mengikuti student exchange dari ESSCA School of Management, Perancis turut membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan Orientation Day 2026 ini. Ia berkata bahwa kegiatan ini memberikan manfaat kepada para mahasiswa asing, tidak hanya terkait bagaimana mekanisme perkuliahan yang akan dijalankan, tetapi juga tips dan trik agar lebih mudah beradaptasi di Indonesia yang memiliki budaya yang cukup berbeda dari negara asalnya.
“Kegiatan hari ini sangat menarik karena bisa menjadi bekal saya selama satu semester kedepan di FEB UGM dan di Indonesia. Sesi mengelilingi kampus adalah favorit saya karena ternyata banyak tempat menarik di sini dan akan sangat membantu nantinya,” ungkapnya.
Selain Louise, terdapat pula mahasiswa dari Lahore University of Management Sciences (LUMS), Pakistan, Adam Khan yang merasakan hal serupa. Meskipun baru tiga hari tiba di Yogyakarta, ia mengaku bahwa mudah baginya untuk beradaptasi di sini karena kebiasaan yang tidak jauh berbeda dari tempat asalnya. Dengan adanya kegiatan ini, ia juga merasa semakin tidak sabar untuk memulai perjalanan studinya di FEB UGM untuk satu semester kedepan.
“Menjadi bagian dari exchange program di FEB UGM merupakan kesempatan yang sangat luar biasa bagi saya. Bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai negara sekaligus mempelajari budaya di Yogyakarta akan menjadi pelajaran dan pengalaman tersendiri di hidup saya,” ujar Adam.
Reportase: Najwa Anggi Namira
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
