Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) turut ambil bagian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2026. Pada periode ini, sebanyak 432 mahasiswa FEB UGM diterjunkan bersama ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas untuk melaksanakan program pengabdian di sejumlah wilayah di Indonesia.
Penerjunan KKN-PPM UGM pada periode ini diikuti oleh 8.178 mahasiswa. Para mahasiswa akan melaksanakan KKN mulai 19 Juni 2026 hingga 8 Agustus 2026 yang tersebar di 32 provinsi, 132 kabupaten/kota, dan 274 kecamatan di Indonesia. Sebelum menjalani program pengabdian di masyarakat, para mahasiswa dilepas secara langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian, H. Faisol Riza, S.S., M.A., di Lapangan Pancasila UGM, Jum’at (20/6).
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menyampaikan bahwa pada periode KKN kali ini terdapat 432 mahasiswa FEB yang mengikuti kegiatan KKN. Ia berharap, melalui program KKN-PPM ini, mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim lintas disiplin.
“Kami berharap 432 mahasiswa FEB UGM yang mengikuti KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 mampu memberikan kontribusi dan dampak sosial bagi masyarakat di lokasi KKN. Selain melatih kerja sama dengan rekan tim lintas fakultas, kami tentu saja mengharapkan mereka menjaga relasi yang sehat dan harmonis dengan warga masyarakat,” ujarnya.

Dari 432 mahasiswa FEB UGM yang mengikuti KKN PPM, terdapat pula tiga mahasiswa internasional yang sedang menjalani studi di FEB UGM, yaitu Seyede Hasti Salavati dari HS Pforzheim, Cecile Winkelmann dari HS Pforzheim, dan Maria Schanz dari Hochschule Osnabrück. Keterlibatan mahasiswa asing dalam program KKN-PPM ini mencerminkan semangat internasionalisasi sekaligus memperkuat pertukaran pengalaman lintas budaya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Selain mengirimkan mahasiswa, FEB UGM juga berkontribusi melalui peran dosen sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Pada periode ini, terdapat 4 dosen FEB UGM yang bertugas mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN, yakni Prof. Wihana Kirana Jaya, Diah Retno Wulandaru, Ph.D., Heni Wahyuni, Ph.D., dan Agastya, M.B.A.
“FEB UGM mengapresiasi dedikasi para dosen pembimbing yang turut memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik serta mendukung mahasiswa dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan,” tutur Bayu.
Salah satu DPL dari FEB UGM, Diah Retno Wulandaru, Ph.D., yang mengampu di wilayah Lombok, menyampaikan rasa haru sekaligus bangga melihat 432 mahasiswa FEB UGM siap diterjunkan untuk mengikuti program KKN PPM UGM Periode II Tahun 2026: Baginya, membina tim KKN selalu menjadi pengalaman yang emosional sekaligus luar biasa.
“Saat KKN, mahasiswa melepas jaket jurusan masing-masing. Di Lombok nanti, warga tidak akan bertanya apakah kamu anak akuntansi, manajemen, atau ilmu ekonomi. Yang mereka butuhkan adalah kepedulian dan aksi nyata,” ungkapnya.
Diah mengaku menjadi DPL di hadapan tantangan, tidak hanya memastikan program kerja mahasiswa berjalan. Namun, bagaimana juga menyatukan ego dan kepala dari berbagai fakultas menjadi satu frekuensi. Selain itu, memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa terjun ke masyarakat bukan untuk menggurui, melainkan untuk mendengarkan dan berkolaborasi.

“Pesan saya: jaga relasi yang sehat dan harmonis dengan warga setempat. Bangun ekonomi dan pariwisata di pelosok negeri dengan ilmu ekonomi yang sudah dipelajari di kampus, tapi sampaikan dalam bahasa yang membumi dan menyentuh hati. Berikan dampak sosial yang nyata dan pulanglah nanti sebagai pribadi yang lebih bijaksana,” urainya.
Sementara itu, salah satu peserta KKN FEB UGM, Muh. Taswin (Akuntansi, 2023), yang tergabung dalam tim Cahea Busel, menjalani KKN di Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, dan Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, dengan harapan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kampus untuk membantu masyarakat setempat. Timnya mengusung tema Optimalisasi Potensi Maritim dan Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Gaya Baru dan Gerak Makmur dengan program utama Inkubasi dan Pembangunan Ekosistem UMKM.
“Saya berharap melalui program KKN dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program-program yang bermanfaat serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, saya dapat belajar langsung dari masyarakat, mengembangkan kemampuan bekerja sama dan beradaptasi, serta bersama-sama mendorong pengembangan potensi lokal agar tercipta dampak yang berkelanjutan,” papar Taswin.
Dalam pelaksanaan program KKN bidang monodisiplin, Taswin menginisiasi berbagai kegiatan edukatif, seperti literasi keuangan dasar, pemahaman fungsi uang dan pentingnya menabung bagi anak-anak, program Sabtu Sore Seru (Sekolah Alam), serta penyediaan perpustakaan untuk mendukung budaya membaca di masyarakat. Selain itu, tim juga mengusung program unggulan bertajuk Blue Coast Eco Festival: Gelora Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026.
Harapan senada disampaikan Joshua Emmanuel Sudarto (Ilmu Ekonomi, 2023) yang diterjunkan mengikuti KKN di Tegalalang, Gianyar, Bali. Ia berharap melalui kegiatan KKN-PPM kali ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu program kerja yang akan dijalankan Joshua adalah memperkenalkan Business Model Canvas (BMC) dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan usia anak, program ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar mengenai kewirausahaan, kreativitas, serta cara mengembangkan ide menjadi sebuah model bisnis yang sederhana.
Melalui KKN-PPM, mahasiswa FEB UGM diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan juga dapat mengembangkan kepemimpinan, empati, serta kemampuan berkolaborasi dalam menghadirkan solusi yang berdampak pada pembangunan berkelanjutan.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
