Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berkomitmen mendukung upaya pembangunan perdamaian berkelanjutan di Aceh melalui kerja sama dengan Badan Reintegrasi Aceh. Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus penyelenggaraan seminar bertajuk Peacebuilding on Post-Conflict Aceh yang berlangsung di Ruang Lippo, Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM, Jumat (17/7).
Perjanjian Kerja Sama ditandatangi secara langsung oleh Dekan FEB UGM, Prof. Didi Achjari, S.E, M.Com., Ak., CA., dan Ketua Badan Reintegrasi Aceh, Jamaluddin, S.H., M.Kn. Adapun kerja sama yang akan dijalankan berfokus pada pengembangan kajian ilmiah terkait pembangunan perdamaian berkelanjutan di Aceh sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
FEB UGM dan Badan Reintegrasi Aceh akan bekerja sama dalam kajian bertajuk “Sustaining Peace After Civil Conflict: Achievements, Implications, and Challenges.” FEB UGM akan mendukung penyusunan kajian ilmiah mengenai capaian, implikasi, dan tantangan pembangunan perdamaian pascakonflik di Aceh. Selain mendukung kegiatan penelitian, kerja sama ini juga mencakup pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah untuk menghasilkan penelitian yang berkontribusi terhadap pembangunan perdamaian di Aceh. Disamping itu, melalui kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya literatur akademik sekaligus menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan yang mendukung keberlanjutan perdamaian dan pembangunan di Aceh.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum





