Riuh tawa memecah suasana pagi di Omah Kecebong. Di antara hamparan sawah dan nuansa pedesaan Jawa, puluhan mahasiswa dari berbagai negara tampak berkegiatan dalam kegiatan outbound and cultural activities di Omah Kecebong dalam rangkaian Global Summer Week (GSW) 2026 pada 14 Juli 2026. Melalui kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda, bukan di ruang kelas, melainkan di tengah alam dan budaya lokal.
62 mahasiswa dari sembilan universitas di lima negara dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka tidak hanya ditantang menyelesaikan berbagai permainan yang membutuhkan strategi dan kerja sama, tetapi juga didorong untuk mengenal satu sama lain. Setelah diawali dengan sesi ice breaking, suasana yang semula dipenuhi rasa canggung perlahan berubah menjadi akrab. Tawa dan tepuk tangan terdengar setiap kali sebuah kelompok berhasil menyelesaikan tantangan.
Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi salah satu peserta GSW 2026 yakni Charlie William Cottrill dari University of Canterbury, Selandia Baru. Menurutnya, kegiatan kali ini mampu menjadi ruang bagi para peserta untuk saling mengenal dan membangun hubungan bersama peserta dari berbagai negara. Melalui berbagai permainan yang mengedepankan kerja sama, ia terdorong untuk mencoba membuka interaksi dengan orang-orang baru.

“Dengan adanya kegiatan di luar ini, saya menjadi lebih mudah untuk membuka diri kepada teman-teman baru dan ternyata mereka sangat menyenangkan,” ujarnya.
Kala itu Charlie juga mendapat peran sebagai ketua kelompok yang menguji kemampuan kepmimpinanya. Salah satu tantangan mengharuskan peserta menyusun balok menggunakan benang hingga membentuk sebuah kata. Tugas tersebut membutuhkan komunikasi yang baik karena setiap anggota harus bergerak secara serempak. Berkat koordinasi tim yang solid, kelompok Charlie berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik dan keluar sebagai pemenang.
Di sela-sela permainan, para peserta juga diajak mengenal budaya Jawa melalui cara yang sederhana namun berkesan. Salah satunya lewat permainan puzzle tokoh pewayangan. Bagi Jayasundara W. N. P. T dari University of Glasgow, Inggris Raya, pengalaman itu menjadi perkenalan pertamanya dengan kisah-kisah pewayangan Jawa.
Awalnya ia mengaku kebingungan karena sama sekali tidak mengenal tokoh yang harus disusun. Namun, bantuan dari teman-teman Indonesia membuatnya perlahan memahami bentuk dan cerita di balik karakter tersebut. Tantangan yang semula terasa sulit justru berubah menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.

“Saya menjadi tahu bahwa terdapat tokoh-tokoh cerita dari Jawa dari permainan puzzle ini. Saya senang mempelajari budaya dari negara lain. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan saya pelajaran agar saya harus mencoba terlebih dahulu bahkan ketika sedang menghadapi suatu persoalan yang saya tidak ketahui sebelumnya,” ungkapnya.
Perkenalan dengan budaya Jawa tidak berhenti pada permainan. Saat waktu istirahat tiba, peserta disuguhi dengan aneka hidangan tradisional seperti kue talam, kue lemet, kacang rebus, sayur lodeh, serta berbagai sajian khas lainnya. Di tengah suasana pedesaan yang masih kental dengan nilai-nilai tradisi, setiap hidangan menjadi bagian dari pengalaman budaya yang mereka nikmati bersama.
“Mencicipi makanan tradisional yang disajikan dalam kegiatan ini menjadi salah satu cara yang menyenangkan untuk mengenal budaya Indonesia. Selama mengikuti GSW 2026, saya juga berusaha untuk mencoba makanan yang berbeda setiap harinya agar dapat merasakan kekayaan kuliner lokal dari Yogyakarta,” tutur Jayasundara.
Melalui perpaduan aktivitas kolaboratif, pengenalan budaya lokal, dan interaksi lintas negara, kegiatan outbond dan cultural activities menjadi salah satu rangkaian yang menunjukan semangat dari Global Summer Week 2026. Kegiatan ini berhasil menghadirkan ruang bagi para peserta untuk membangun jejaring internasional sekaligus memperoleh pengalaman budaya yang akan terus dikenang setelah program ini berakhir.
Reportase: Najwa Anggi Namira
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals: 4,5,8,10,16,17
