Apakah saat ini ada yang sedang bingung ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, namun belum yakin ingin mengambil program apa? Nah, di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) terdapat satu program master yang cukup unik karena menggabungkan berbagai disiplin ilmu bisnis dengan ilmu lingkungan, yakni ASEAN Master in Sustainability Management. Yuk, kenali dan cari tahu lebih lanjut tentang keunggulan program ini!
Program yang berada di bawah naungan Program Studi Magister Manajemen FEB UGM ini menawarkan berbagai keunggulan bagi para calon mahasiswa. Program ini merupakan Magister Business Administration (MBA) yang diselenggarakan secara penuh waktu selama 2 tahun dan dilaksanakan secara intensif selama 18 bulan. Keunikan program ini terletak pada penggabungan disiplin ilmu bisnis, seperti keuangan, pemasaran, strategi, dan etika bisnis, dengan disiplin ilmu lingkungan, seperti kehutanan, agronomi, dan teknik.
“Program ini berfokus pada pemahaman masalah dan solusi lingkungan melalui pendekatan multidisiplin dan studi kasus praktis,” jelas Ketua Prodi Magister Manajemen (MM) FEB UGM Kampus Yogyakarta, Prof. Amin Wibowo, S.E., M.B.A., Ph.D., Jum’at (4/10/2023) di Kampus MM Yogyakarta.
Amin menjelaskan bahwa program ASEAN Master in Sustainability Management ini diselenggarakan untuk melatih kandidat yang kompeten untuk menduduki posisi kunci, baik di pemerintahan maupun di bisnis, yang diharapkan dapat berperan dalam memimpin pembangunan ekonomi menuju pembangunan berkelanjutan. Program ini juga merupakan wujud respons fakultas terhadap fenomena perubahan iklim global yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan.
Mahasiswa nantinya akan mengikuti program magister sambil menjalin kontak erat dengan organisasi bisnis dan pemerintahan melalui kegiatan magang, kuliah bersama dosen tamu/praktisi, serta penelitian untuk penyusunan tesis. Ada beragam keuntungan yang dapat diperoleh para mahasiswa berkat pengembangan jaringan alumni yang kuat dari berbagai negara di dunia. Sejak awal penyelenggaraan program pada bulan Februari 2023 lalu, program ini menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, yakni University of Agder (UiA) Norwegia, ASEAN University Network (AUN), serta Kementerian Luar Negeri Norwegia. Program ini dilaksanakan melalui pendanaan dari Kementerian Luar Negeri Norwegia untuk mendukung pendidikan dan pembelajaran dalam bidang studi manajemen keberlanjutan.
Amin menyebutkan bahwa mahasiswa yang mengambil program ASEAN Master in Sustainability Management akan mempelajari analisis sistem ekonomi-ekologi serta pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Di samping itu, mahasiswa juga akan mempelajari tanggung jawab sosial korporat dan tanggung jawab sosial publik.
“Lulusan nantinya akan mendapatkan gelar ganda atau dual degree, yaitu MBA dari UGM dan M.Sc. dari UiA,” terangnya.
Keunggulan lain dari program ASEAN Master in Sustainability Management adalah mahasiswa tidak hanya belajar di UGM, tetapi juga berkesempatan mendapatkan pembimbing dari dosen UiA untuk berkonsultasi dalam penulisan tesis.
Menariknya, program ASEAN Master in Sustainability Management ini merupakan program beasiswa penuh. Setiap mahasiswa akan menerima sekitar 17.000 USD selama masa studi. Beasiswa tersebut mencakup seluruh biaya perkuliahan, perjalanan, dan biaya hidup selama periode studi 18 bulan.
Hingga saat ini, program ASEAN Master in Sustainability Management telah berjalan dalam 2 batch. Batch 1 telah berlangsung pada bulan Februari 2021–Januari 2023 dan berhasil mencetak 23 lulusan dari Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Berikutnya, batch 2 dimulai pada bulan September 2022 hingga Juli 2024. Pada batch dua ini ada sebanyak 24 mahasiswa yang berasal dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam, serta Norwegia. Saat ini, diskusi intensif sedang berlangsung untuk penyelenggaraan batch ketiga.
“Program ASEAN Master in Sustainability Management ini tergolong unik karena hingga saat ini belum banyak lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program magister dengan konsentrasi terkait sustainability. Mahasiswanya pun berasal dari ASEAN plus Norwegia dengan gelar yang diperoleh nantinya adalah gelar ganda,” imbuhnya.
Mahasiswa akan mengikuti mata kuliah Sustainable Business Strategy (bekerja sama dengan Harvard Business School Online) sebelum mengambil mata kuliah konsentrasi. Program ASEAN Master in Sustainability Management ini menawarkan 2 konsentrasi studi.
Konsentrasi pertama tentang Marine Resource and Coastal Management, Energy Resource Management, Urban Planning and Management, lalu konsentrasi kedua tentang Food Security and Sustainable Agriculture, Climate Change Laws and Greenhouse Gas Reductions, dan Forest and Conservation Management.
Penyelenggaraan program ASEAN Master in Sustainability Management ini merupakan wujud dari komitmen FEB UGM sebagai kampus berwawasan berkelanjutan. Lewat berbagai program dan inisiatif yang dijalankan, FEB UGM terus berupaya memperkokoh posisinya sebagai fakultas ekonomika dan bisnis terkemuka yang menumbuhkembangkan pemimpin masa depan di bidang ekonomika dan bisnis untuk mengembangkan aspek keberlanjutan.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Tautan terkait: https://asean-sustainability.mba
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)




