Di era digital yang penuh tantangan dengan kejahatan ekonomi dan perpajakan yang semakin kompleks, auditor diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga soft skills yang baik untuk mengungkap berbagai kasus yang ada. Dalam Podcast FEB UGM Anti Fraud 101 bertajuk “Key Leaders Skills for Forensic Auditors” belum lama ini, Ramzil Huda, S.E., M.IntTax. Ak., C.A., seorang ahli dengan pengalaman di bidang intelijen dan investigasi, berbagi pandangannya tentang pentingnya keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi tantangan kejahatan perpajakan serta peran kunci yang dimainkan oleh teknologi forensik.
Pria yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen di Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan di Direktorat Jenderal Pajak RI menjelaskan jenis keterampilan yang memengaruhi keberhasilan proses pemeriksaan pajak. Beberapa di antaranya adalah kemampuan memecahkan persoalan hingga kepemimpinan. “Kemampuan problem solving, leadership, dan pemenuhan dasar pendidikan dan pengetahuan yang cukup sangat diperlukan untuk bisa menjalankan audit dengan baik,” jelasnya.
Ramzil juga menyoroti pentingnya kombinasi antara perencanaan dan keterampilan manajerial. Hal tersebut menjadi utamanya dalam mengalokasikan tugas sesuai dengan keahlian tim dan mengatur waktu sesuai target. “Kemampuan manajerial harus dikuasai untuk mengetahui spesifikasi keahlian setiap anggota, terutama ketika menghadapi kasus kompleks, seperti dugaan fraud,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa keterampilan komunikasi yang baik sangat diperlukan untuk menyelaraskan tim audit dan manajemen. Menurutnya, tantangan terbesar dalam profesinya adalah mengelola komunikasi dan koordinasi, baik dengan tim yang dipimpin maupun dengan pimpinan di tingkat lebih tinggi.
Sebagai Kepala Seksi Intelijen, Ramzil sering menghadapi berbagai kasus yang kompleks dan membutuhkan kemampuan analitis yang mendalam. Ia menyoroti bagaimana setiap daerah memiliki karakteristik unik dalam industri yang harus dipahami secara mendalam, baik itu perkebunan, pertambangan, maupun sektor lainnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang investigator karena ia harus mampu memahami dan mengumpulkan data baru serta berkoordinasi dengan instansi lain maupun aparat penegak hukum lainnya untuk menyelesaikan kasus.
Seiring berkembangnya teknologi, kemampuan analisis data menjadi semakin krusial dalam audit forensik. Teknologi seperti Audit Command Language (ACL) menjadi alat penting untuk membantu pengolahan data, terutama bagi perusahaan dengan jumlah transaksi yang besar. Keterampilan mengolah data dalam audit forensik kini semakin luas, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning yang dapat membantu menganalisis pola pada data dalam jumlah besar.
Ramzil pun menyoroti tren keterampilan yang harus dikuasai oleh para investigator di masa depan. Penggunaan teknologi seperti data analytics dan komputer forensik akan semakin relevan, terutama dalam menyelidiki kejahatan perpajakan yang semakin kompleks. Menguasai dasar-dasar database, SQL, dan tabel entity relationship merupakan pondasi penting bagi investigator. Dari sana, investigator dapat mengembangkan keterampilan lebih lanjut, seperti pemrograman dan analisis data besar. Ke depannya, kemampuan untuk menganalisis dan memproses data yang beragam akan menjadi bekal utama bagi investigator dalam menindak kejahatan yang terkait dengan perpajakan.
“Komputer forensik memang menjadi bagian tersendiri sebagai tenaga ahli. Pentingnya memahami dasar-dasar komputer forensik, meskipun alat-alat khusus biasanya hanya digunakan oleh tenaga ahli. Pengetahuan ini penting agar dapat membantu auditor dalam menjalankan tugas secara lebih akurat, ” jelasnya.
Melalui sesi ini, Ramzil memberikan wawasan yang mendalam mengenai dinamika pekerjaan seorang investigator dalam menangani kasus perpajakan. Perkembangan teknologi memang mempermudah pengolahan data, tetapi tantangan tetap ada dalam menjalankan proses investigasi yang menyeluruh dan berintegritas. Ke depannya, integrasi teknologi seperti komputer forensik dalam upaya penegakan hukum diharapkan dapat lebih memberdayakan para investigator dalam menghadapi tantangan kejahatan yang terus berkembang.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Lihat video selengkapnya: https://youtu.be/EPnhflO5Pm4
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)





