Satu bulan lalu, puluhan anak muda datang dari Teluk Bintuni, Papua Barat ke FEB UGM membawa sejuta harapan. Sembilanpuluh sembilan siswa SMKN 1 Bintuni sejak 2-31 Juli 2026 belajar di ruang-ruang kelas dan laboratorium FEB UGM, memahami lebih dalam tentang akuntansi, pelaporan keuangan, digitalisasi bisnis, hingga membangun karakter.
Pengalaman selama berada di Yogyakarta dan belajar di FEB UGM meninggalkan kesan yang mendalam. Salah satu siswa SMK 1 Bintuni, Rian Yonatan Aktawlora mengaku memperoleh banyak ilmu yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus merasakan suasana kekeluargaan selama mengikuti pelatihan.
“Ilmu yang diberikan sangat relevan dan penyampaiannya mudah dipahami. Keramahan masyarakat membuat kami merasa seperti di rumah sendiri. Saya berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh bisa diterapkan di Bintuni dan suatu saat nanti dapat kembali ke Yogyakarta dengan membawa prestasi yang lebih baik,” ungkapnya saat Closing Ceremony Program Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL), Pengembangan Karakter, dan Pelatihan Literasi Kesehatan Keuangan di Auditorium Gedung Pusat Pembelajaran FEB UGM, Jum’at (31/7).

Hal serupa dirasakan Christina Santika W. Difinubun. Ia mendapatkan banyak wawasan dan pembelajaran baru terutamaa menggunakan platform SIDEK-Edu. Baginya, pembelajaran menggunakan SIDEK-Edu menjadi pengalaman baru yang paling berkesan.
“Saya paling menyukai materi SIDEK-Edu karena sangat membantu dalam menyusun laporan keuangan dan akan berguna ketika ingin membuka usaha. Selain itu, kami juga belajar tentang perusahaan dagang, perusahaan jasa, hingga public speaking yang sangat bermanfaat,” katanya.
Program PKL, Pengembangan Karakter, dan Pelatihan Literasi Kesehatan Keuangan ini diikuti 99 siswa dari empat program keahlian meliputi 41 siswa Akuntansi Keuangan dan Lembaga, 28 siswa Desain Komunikasi Visual, 18 siswa Teknik Kendaraan Ringan, dan 12 siswa Teknik Komputer dan Jaringan. Pelatih ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus wujud kolaborasi antara FEB UGM, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dan SMKN 1 Bintuni dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja. Pelatihan diselenggarakan melalui kolaborasi Kelompok Riset Akuntansi Pendidikan FEB UGM, Kelompok Riset Sistem Informasi FEB UGM, Departemen Akuntansi FEB UGM, serta Research and Development for Societal Impact (RDSI) FEB UGM.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat, Drs. Solihudin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih kepada FEB UGM yang telah memberikan ruang belajar bagi siswa SMKN 1 Bintuni. Melalui pengalaman belajar secara langsung di lingkungan perguruan tinggi menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik di dunia kerja.
“Anak-anak diberi ruang untuk menimba ilmu, belajar, dan memperoleh pengalaman secara langsung. Praktik kerja lapangan menjadi jembatan antara ruang kelas dengan dunia kerja yang nyata. Kami berharap seluruh ilmu yang diperoleh selama satu bulan ini dapat diterapkan baik di sekolah maupun ketika mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Ia juga berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan FEB UGM dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak putra-putri daerah memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di UGM.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D.,mengungkapkan bahwa selama menjalani pelatihan, para peserta telah menjadi bagian dari keluarga besar FEB UGM.
“Selama satu bulan ini adik-adik sudah menjadi bagian dari keluarga besar FEB UGM. Berbagai pengalaman yang diperoleh semoga menjadi bekal yang berharga untuk masa depan. Kami bangga dapat mendampingi putra-putri terbaik bangsa, dan semoga suatu saat nanti ada yang kembali ke kampus ini sebagai mahasiswa,” tuturnya.
Koordinator Pelatihan Literasi Kesehatan Keuangan, Arika Artiningsih, S.E., M.Acc., M.Com., M.Res., Ph.D., menjelaskan bahwa melalui pelatihan ini diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan vokasi di Indonesia, terutama kesenjangan kompetensi antara lulusan SMK dan kebutuhan industri.
Selain pembekalan karakter, komunikasi, etika profesional, literasi kesehatan keuangan, dan digitalisasi bisnis, siswa dari program keahlian Akuntansi Keuangan dan Lembaga memperoleh pelatihan penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa menggunakan Learning Management System (LMS) SIDEK-Edu, spreadsheet, serta SIDEK-ERP sebagai media pembelajaran sistem akuntansi terintegrasi.
Lebih dari sekadar pelatihan selama satu bulan, program ini menjadi ruang bertumbuh bagi para siswa untuk mengenal lingkungan baru, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda dari berbagai daerah memperoleh kesempatan belajar yang mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
