
Rangkaian Pionir Sosialisasi dan Inisiasi Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (Simfoni) menggelar Sesi Pembelajaran Mahasiswa (SPM) untuk mahasiswa baru FEB UGM tahun 2025 pada Rabu (6/8) di Plaza FEB UGM. Sesi ini menghadirkan alumni Manajemen FEB UGM (2021), Elizabeth Christy Go yang membagikan pengalaman perkuliahannya bertajuk “Manajemen Versi Elizabeth Christy Go: Kelas ke Karir”.
Mengawali paparannya, ia menceritakan rangkaian kehidupan perkuliahannya yang mencakup berbagai aktivitas seperti studi, kompetisi, organisasi, magang, mengikuti projek, dan mentoring. Meski telah meraih banyak pencapaian, ia menekankan bahwa proses tumbuh tidak selalu mulus.
“Pertumbuhan kadang tidak selalu linear dan progresif. Terkadang ada slideways yang memungkinkanmu belajar hal baru di luar jalur utamamu sehingga kalian bisa mengambil banyak pembelajaran dan sudut pandang baru,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kebingungan dan kehilangan arah di tengah perjalanan adalah hal yang wajar. Menurutnya, setiap momen akan memiliki relevansinya sendiri di masa depan.
“Momen backward yang kelihatannya seperti mundur adalah bagian proses dari tumbuh. Jadi tidak apa-apa untuk kembali ke dasar karena merasa tidak mengerti apa-apa dan mengalami kegagalan karena merasa cara lama tidak cocok. Ini adalah waktu untuk istirahat sejenak dari kesehatan untuk menjaga kesehatan mental dan menjadi titik balik,” ungkapnya.
Menurutnya, pertumbuhan adalah masa di mana ia bisa tumbuh ke depan dalam arti meraih pencapaian. Lalu, tumbuh ke samping untuk eksplor hal-hal baru dan tumbuh ke belakang untuk mundur sejenak.
“Dalam bertumbuh, wajar untuk merasa jenuh dan mengalami krisis identitas. Jangan pernah berhenti tapi cobalah cari cara untuk keluar dari zona itu. Kita sering ragu dan takut untuk memulai sesuatu tetapi ternyata keberanian adalah jalan yang kita butuhkan,” tegasnya.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa baru untuk tidak hanya fokus membangun hubungan antar teman saja. Namun, mahasiswa juga diharapkan dapat memperluas relasi dengan dosen dan staf profesional yang nantinya akan banyak membimbing dan membantu selama menjalani studi.
Elizabeth berharap mahasiswa nantinya tidak hanya menjalani kuliah saja, tetapi juga dapat bergabung dalam organisasi, mengikuti lomba, dan mencari pengalaman kerja. Sebab, dari pengalaman ini dapat membantu mengasah softskill, hardskill, dan mendapat pengalaman kerja yang tidak diperoleh di bangku kuliah.
“Yang terpenting agar survive di dunia kerja adalah karaktermu. FEB UGM mengajarkan dan mengasah mahasiswanya dalam integritas, profesionalisme, objektivitas dan kesetaraan, kebebasan akademik, serta kepedulian sosial. Ini akan menjadi bekal kalian dalam bekerja nanti,” ungkapnya.
Menutup sesi, Elizabeth mengingatkan mahasiswa baru untuk menerapkan prinsip learn, yearn, dan earn.
“Jangan takut belum mengerti atau belum jago suatu hal yang penting kalian ada kemauan untuk belajar. Lalu, berani bermimpi dan kalian akan menemukan atau mengambil apa yang kalian tanam. Ingat, proses bertumbuh dimulai dari hari ini,” pungkasnya.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals