Lima mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UGM berhasil mengangkat isu limbah tekstil menjadi peluang bisnis melalui gagasan upcycling kemeja thrift. Inisiatif ini bertujuan mengurangi limbah pakaian sekaligus memberi nilai tambah pada kemeja bekas dengan mengubahnya menjadi produk baru yang lebih bernilai.
Gagasan binsis tersebut menghantarkan Akbar Helmi Satryandira, Zongger Zollander Fermuda Hopuntius, Muhammad Bagus Nardika Putra, Alfida’ Imaduddin Jamilurohman Abiyyi, dan Beryl Nur Hernanto yang tergabung dalam tim RB Nusantara menyabet juara dua dalam program pra-inkubasi bisnis YES! X CSDU FEB UGM 2025. Atas prestasi tersebut mereka mendapatkan uang pembinaan Rp10.000.00,- untuk pengembangan bisnis.
Akbar menjelaskan melalui bisnis upcycling ini kemeja thrift direstorasi untuk meningkatkan kualitas produk. Selanjutnya, kemeja thrift diberi aksen batik di sejumlah bagian dan placket untuk memberikan ciri khas tambahan yang bernuansa budaya Indonesia.
Ide bisnis ini, lanjutnya, lahir dari keprihatinan tim terhadap tingginya jumlah limbah tekstil di Indonesia. Selain itu, pengembangan gagasan ini terinspirasi oleh praktik serupa yang sudah lebih dahulu diterapkan di beberapa negara dan dinilai relevan untuk konteks lokal.
Ke depan mereka berencana merealisasikan ide bisnis tersebut. Langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan pengadaan bahan baku serta menyusun Key Performance Indicators (KPIs) produksi. Selain itu, dana pengembangan juga akan dialokasikan untuk riset dan pengembangan produk serta pembelian bahan mentah sebagai modal lanjutan.
Akbar mengakui capaian dalam program pra-inkubasi bisnis YES! X CSDU FEB UGM 2025 tidak mudah. Tim menghadapi tantangan mulai dari menyatukan jadwal antaranggota hingga melakukan revisi besar pada ide bisnis setelah tes pitching pertama. Meski demikian, pengalaman mengikuti program ini meninggalkan kesan mendalam, terutama pada sesi live pitching.
“Meskipun bukan juara 1, kami sudah sangat puas karena semua kerja keras kami akhirnya terbayarkan,” ujarnya.
Selain itu, FEB UGM turut memberikan dukungan melalui fasilitasi pertemuan antara RB Nusantara dan beberapa pengusaha ternama. Melalui pertemuan ini, tim RB Nusantara dapat mengembangkan ide bisnisnya dengan lebih baik dan matang sebelum tahap final pitching.
Reportase: Najwah Ariella Puteri
Editor: Kurnia Ekaptiningrum




