Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menyambut 51 mahasiswa internasional melalui rangkaian kegiatan orientasi yang bertujuan memperkenalkan lingkungan akademik FEB UGM serta kehidupan sosial dan budaya di Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa (3/2/2026) di Alumni Corner, FEB UGM.
Ke-51 mahasiswa asing tersebut meliputi 35 mahasiswa sarjana program student exchange, 3 mahasiswa sarjana program dual degree, 10 mahasiswa program internasional Master of Business Administration (MBA), serta 3 mahasiswa program Magister Sains Ilmu Ekonomi Mereka berasal dari 14 negara dari 24 universitas mitra internasional FEB UGM.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., mendorong mahasiswa internasional untuk memanfaatkan masa studi tidak hanya untuk kegiatan akademik semata. Para mahasiswa juga diharapkan dapat membangun jejaring pertemanan lintas budaya.
“Jalin sebanyak mungkin relasi selama berada di Indonesia. Ketika kembali ke negara asal, harapannya kalian dapat menjadi duta informal yang membagikan pengalaman positif mengenai Indonesia, khususnya Yogyakarta dan FEB UGM, kepada keluarga, teman, maupun jaringan profesional kalian,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut mahasiswa diberikan penjelasan mengenai jaringan kerja sama internasional FEB UGM. Berbagai program yang dapat diikuti mahasiswa antara lain student exchange, double degree, serta short programs. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan terkait perjalanan akademik selama satu semester, mulai dari perencanaan mata kuliah, proses registrasi, sistem transfer kredit, hingga layanan administrasi akademik.
Mahasiswa internasional juga mendapatkan pembekalan pemahaman budaya melalui sesi Cultural Orientation yang disampaikan oleh Arizona Mustikarini, S.E., M.Bus(Acc)., Ph.D., Ak., CA., CACP., QRGP., dosen Departemen Akuntansi FEB UGM. Dalam sesi tersebut, Arizona menekankan bahwa pemahaman budaya tidak hanya dapat diperoleh melalui literatur atau riset, tetapi juga melalui pengalaman langsung.
“Indonesia adalah negara yang sangat beragam dari sisi budaya, agama, dan latar belakang etnis. Cara terbaik untuk memahami budaya bukan hanya dengan mempelajarinya, tetapi dengan mengalaminya secara langsung selama tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat,” ungkapnya.
Para mahasiswa internasional FEB UGM ini tidak hanya mengikuti orientasi kampus. Mereka juga berkesempatan mengikuti Cultural Immersion Day (CID) pada Kamis (5/2/2026) di desa wisata Kembangarum, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman untuk mengenalkan budaya Indonesia, khususnya Yogyakarta.
Melalui rangkaian kegiatan orientasi ini, FEB UGM berharap mahasiswa internasional nantinya dapat lancar dalam menjalani kuliah . Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan baik, memahami nilai-nilai lokal, serta memperoleh pengalaman akademik dan budaya yang bermakna selama menjalani studi di Yogyakarta.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
