Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada kembali memberikan dukungan bagi mahasiswanya selama periode Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Akademik 2025/2026 melalui program Mood Booster. Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin selama periode ujian di lingkungan FEB UGM ini diinisiasi oleh Career and Student Development Unit (CSDU) dengan membagikan sarapan gratis, stiker afirmasi, dan menghadirkan Wall of Hope sebagai ruang berbagi pesan berbagi harapan, semangat, maupun pesan positif kepada sesama mahasiswa
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Dr. Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., turut menyampaikan dukungannya bagi mahasiswa yang sedang menjalani masa ujian.
“Untuk seluruh mahasiswa, kami mendoakan yang terbaik dan tetap jaga semangat selama ujian. Jagalah kejujuran dan integritas,” ungkapnya.
Psikolog CSDU FEB UGM, Anisa Yuliandri, S.Psi., M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa hadirnya program ini dapat menjadi dukungan nuntuk kesehatan fisik dan mental mahasiswa selama menghadapi ujian.
“Masa ujian sering kali membuat mahasiswa fokus pada persiapan akademik hingga mengabaikan kebutuhan dasar, seperti makan dengan cukup atau memberi waktu untuk beristirahat. Melalui pembagian sarapan, stiker penyemangat, dan Wall of Hope, harapannya dapat memberikan dukungan dan semangat bagi mahasiswa,” jelasnya.
Program ini mendapatkan tanggapan positif dari para mahasiswa. Harus Nadwi Muhammad (Manajemen 2025) mengungkapkan bahwa ia merasa sangat terbantu dengan adanya program ini karena dapat menghemat waktu dan pengeluarannya sebagai anak kost.
“Awalnya saya melihat informasinya di Instagram FEB UGM. Jujur, saya tertarik karena ada sarapan gratis. Tapi setelah mengikuti, saya merasa program ini sangat membantu. Saat ujian biasanya tidak sempat membeli sarapan karena harus belajar atau datang lebih awal. Harapannya program ini dapat terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Frentin V. Sihombing (Akuntansi 2025). Sebagai mahasiswa perantauan, ia merasa program sarapan gratis sangat membantu menjaga kondisi fisik selama ujian.
“Saya sudah ikut sejak semester pertama. Sebagai anak kos yang kadang tidak sempat sarapan, program ini sangat membantu supaya tidak lemas saat ujian dan membuat lebih fokus belajar. Kalau dinilai dari satu sampai sepuluh, saya kasih nilai sepuluh,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perhatian fakultas terhadap kesejahteraan mahasiswa melalui program-program sederhana namun berdampak positif. Menurutnya, dukungan seperti ini menunjukkan bahwa fakultas peduli terhadap kondisi mahasiswa yang sering menghadapi tekanan akademik, kurang istirahat, hingga kesulitan mengatur waktu makan selama masa ujian.
Melalui program Mood Booster, FEB UGM berharap mahasiswa dapat menjalani masa ujian dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik sehingga mampu memberikan performa terbaik dalam setiap mata kuliah yang diujikan.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
