Program magang di lembaga riset internasional kerap menjadi incaran mahasiswa yang tertarik pada ekonomi pembangunan dan kebijakan publik. Christansya Eliora Manossoh, mahasiswa Ilmu Ekonomi FEB UGM angkatan 2022, berhasil mewujudkan hal tersebut melalui pengalaman magang di J-PAL SEA (Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab Southeast Asia) yang berlokasi di Jakarta.
Mahasiswa yang akrab disapa Chrissie mengungkapkan ketertarikannya pada policy research sudah tumbuh sejak masa SMA. Namun, arah minatnya semakin tajam setelah mengikuti mata kuliah Ekonomi Pembangunan dan Mikroekonomika di FEB UGM.
“Membuat kebijakan itu bukan hanya dari asumsi atau intuisi, tapi juga harus ada buktinya. Evidence-based policy making itu menurut aku penting banget,” ujarnya di program Class to Carrier berjudul Magang di J-PAL Bukan Cuma Olah Data? Belajar Policy dari Riset Lapangan Langsung.
Wawasan tersebut semakin meluas saat Chrissie menjalani student exchange di Erasmus School of Economics. Ia membandingkan fokus kebijakan di Indonesia yang masih berorientasi pada penyediaan infrastruktur dasar dengan Eropa yang sudah bergerak ke isu well-being masyarakat. Pengalaman ini semakin memantapkan minatnya untuk mendalami ekonomi pembangunan.
Minat tersebut ia wujudkan melalui pendaftaran magang di J-PAL SEA. Proses seleksi terdiri dari seleksi berkas dan wawancara. Meski hanya dua tahap, bobotnya sangat tinggi sehingga CV dan pengalaman yang relevan menjadi kunci, termasuk keterlibatannya di RDSI (Research and Development for Social Impact) dan teaching assistant mata kuliah Mikroekonomi.
Selama magang, Chrissie terlibat dalam berbagai proyek yang berjalan secara bersamaan. Sebagai student intern, ia juga berkontribusi lintas proyek, mulai dari data cleaning, data analysis, desk research, hingga membantu diseminasi hasil riset dalam seminar. Hal pertama yang ia pelajari adalah etika riset melalui pelatihan Social and Behavioral Research Ethics.
“Sebelum terjun ke dunia riset atau langsung ke proyek, kita harus tahu dulu etika dan prinsip penelitian itu seperti apa. Research itu bukan hanya tentang data atau hasil, tapi bagaimana kita bisa menghormati subjek dari penelitian itu,” tuturnya.
Dalam hal perangkat lunak, Chrissie sering menggunakan Stata selama magang, namun ia juga berkenalan dengan R dan LaTeX yang diajarkan langsung oleh senior di kantor. Menurutnya, lingkungan kerja di J-PAL sangat suportif dan terbuka, mirip dengan suasana akademik di FEB UGM.
Pengalaman magang ini membuka wawasan Chrissie tentang kompleksitas proses implementasi kebijakan berbasis RCT (Randomized Controlled Trial). Ia menjelaskan bahwa sebuah intervensi kebijakan harus melewati serangkaian tahap yang ketat, mulai dari identifikasi masalah, exploratory research, uji pilot, implementasi parsial, hingga full scale implementation yang kemudian diikuti oleh proses monitoring dan evaluasi.
“Kebijakan yang diimplementasikan secara baik dan benar itu harusnya seperti ini. Prosesnya panjang banget dan melibatkan banyak stakeholder, mulai dari peneliti sampai pemerintah. Itu yang membuat aku kagum,” ungkapnya.
Wawasan ini memperdalam keyakinan Chrissie bahwa evidence based policy making membutuhkan dedikasi, kolaborasi, dan waktu yang tidak sebentar. Chrissie pun menekankan pentingnya persiapan matang bagi mahasiswa yang ingin mengeksplorasi dunia riset kebijakan. Keterampilan teknis seperti pengelolaan data dan literature review perlu dikuasai, begitu pula kemampuan komunikasi yang kuat untuk menyampaikan hasil riset kepada audiens.
“Dengan melakukan riset, kita bukan hanya buka layar laptop, baca paper, atau olah data, tetapi juga menginterpretasikan research dan membagikannya ke orang lain. How do we translate statistical results into a more digestible explanation for publics?” pesannya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak minder dengan portofolio yang dimiliki saat ini dan mulai membangun sinyal kompetensi dari hal-hal kecil, seperti coursework project, penelitian independen, hingga mengunggah kode di GitHub.
“Jika tidak sekarang, lalu kapan? Mulailah dari hal kecil dan dari situ kita bisa get ready for bigger things,” pungkasnya.
Perjalanan Chrissie dari ruang kuliah FEB UGM hingga lembaga riset internasional membuktikan bahwa minat yang diasah sejak dini dan didukung pengalaman yang relevan, dapat membuka peluang yang lebih besar di dunia riset kebijakan.
Video selengkapnya program Class to Carrier berjudul Magang di J-PAL Bukan Cuma Olah Data? Belajar Policy dari Riset Lapangan Langsung dapat diakses melalui: http://ugm.id/MagangJPAL
Reportase: Dwi Zhafirah Meiliani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
