Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia melalui penyelenggaraan Pembekalan PKL, Pengembangan Karakter dan Pelatihan Literasi Kesehatan Keuangan bagi siswa SMK N 1 Bintuni, Papua Barat. Program ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara FEB UGM, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dan SMKN 1 Bintuni dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi dunia kerja.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dari Kelompok Riset Akuntansi Pendidikan FEB UGM, Kelompok Riset Sistem Informasi FEB UGM, Departemen Akuntansi FEB UGM, Research and Development for Societal Impact (RDSI) FEB UGM. Sebanyak 99 siswa akan mengikuti pelatihan yang berlangsung pada 2 Juli sampai 31 Juli 2026.
Kepala Sekolah SMK N 1 Bintuni, Agus Budijanto,S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada FEB UGM atas kesempatan yang diberikan kepada para siswanya untuk mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, pengalaman belajar di FEB UGM diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi peserta. mengucapkan terima kasih kepada FEB UGM yang telah menerima kami dan para siswa dengan baik.
“Kami berharap siswa SMK N 1 Bintuni bisa menjalani pelatihan di FEB dengan baik dan mendapatkan wawasan serta ilmu pengetahuan baru, kemudian mampu mempraktikkannya ketika kembali ke daerah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Dr. Henry D. Kapuangan, S.Pd., M.M., Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni. Ia mengatakan bahwa kesempatan belajar di FEB UGM merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Teluk Bintuni. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berkembang sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di daerah.
“Perjalanan yang ditempuh anak-anak dari Bintuni menuju Yogyakarta bukanlah perjalanan yang singkat. Karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” harapnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya pendidikan vokasi sehingga mampu meningkatkan kompetensi lulusan agar siap memasuki dunia kerja. Melalui pelatihan tersebut ia juga berharap mampu melahirkan calon-calon akuntan yang kompeten dan profesional.
“Pemerintah daerah melalui dana Otonomi Khusus berupaya memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Teluk Bintuni untuk memperoleh pengalaman belajar seperti ini. Kami berharap kelak ada di antara kalian yang dapat melanjutkan pendidikan di UGM dan menjadi generasi yang mampu menjadi tuan di rumah sendiri” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Akuntansi, Prof. Sony Warsono, MAFIS, Ak., CA., Ph.D., menegaskan bahwa penyelenggaraan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan, FEB UGM ingin memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kapasitas generasi muda Indonesia dari berbagai daerah. Ia pun berharap bahwa program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat kembali bekerja sama dalam program pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan praktik kerja lapangan ini. Departemen Akuntansi FEB UGM juga memiliki berbagai program pendampingan untuk sekolah menengah kejuruan agar siswa tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” paparnya.
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D. menyampaikan menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun ketiga kolaborasi antara FEB UGM dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Menurutnya, meningkatnya jumlah peserta setiap tahun menunjukkan komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
Ia menjelaskan bahwa FEB UGM terus menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran, salah satunya melalui pengembangan Sistem Digital Edukasi Akuntansi (SIDEK), sebuah platform pembelajaran digital yang dirancang untuk membantu proses belajar akuntansi menjadi lebih interaktif dan mudah diakses.
Selain memperoleh materi literasi keuangan dan akuntansi, Gumilang berharap para siswa juga dapat menjadikan pengalaman tinggal sementara di Yogyakarta sebagai proses pembelajaran yang berharga.
“Jadikan Yogyakarta sebagai laboratorium kehidupan. Kami berharap setelah kembali ke Teluk Bintuni, kalian pulang bukan hanya membawa pengetahuan, tetapi juga membawa perubahan karakter, semangat belajar, serta kesiapan menjadi pemimpin masa depan,” harapnya.
Selama pelatihan, para siswa SMKN 1 Bintuni akan mengikuti pembelajaran secara langsung dari dosen terkait akuntansi keuangan, digitalisasi akuntansi, hingga praktik menggunakan aplikasi SIDEK-Edu dan SIDEK-ERP yang dikembangkan Laboratorium Akuntansi FEB UGM.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
