Empat dekade bukanlah waktu yang singkat. Namun, bagi para alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada angkatan 1986 (KAFEGAMA 86), jarak waktu itu seolah tak terasa begitu mereka kembali berkumpul di kampus yang dulu menjadi tempat menimba ilmu.
Reuni 40 tahun KAFEGAMA 86 digelar pada Sabtu (22/8/2026) dengan rangkaian acara yang dimulai dari FEB UGM hingga Hyatt Regency Yogyakarta. Para alumni berkumpul untuk mengenang masa kuliah di setiap sudut UGM dan berfoto bersama di Gedung Pusat Balairung UGM untuk melepaskan 4 ekor burung merpati sebagai simbol angka 40 tahun perjalanan angkatan 1986.
Ketua KAFEGAMA 86, Meizar Effendi, menyampaikan bahwa tujuan utama reuni ini adalah mempererat tali silaturahmi antaralumni yang sebagian besar belum pernah bertemu lagi sejak lulus kuliah.

“Tentu tujuan utama adalah mempererat tali silaturahmi. Karena ada yang mungkin kita sudah tidak pernah bertemu lagi selama 40 tahun. Dari mulai kita masuk sampai saat ini,” ujarnya.
Ia mengaitkan penyelenggaraan reuni ini dengan motto KAGAMA, yakni Guyub Rukun Migunani. Menurutnya, semangat migunani atau bermanfaat itu yang ingin terus dihidupkan melalui pertemuan alumni. Ia berharap kekompakan angkatan 1986 dapat terus terjaga hingga reuni ke-50 pada tahun mendatang, sekaligus memberikan kontribusi bagi FEB UGM ke depannya.
Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA., turut hadir untuk menyambut kembalinya KAFEGAMA 86 ke almamater. Ia menyampaikan rasa bangga karena persaudaraan yang terjalin sejak masa kuliah pada 1986 tetap kokoh meski waktu terus berlalu.
“Empat puluh tahun yang lalu, Bapak dan Ibu adalah pemuda-pemudi penuh mimpi yang menimba ilmu di Bulaksumur, dan hari ini, Bapak dan Ibu telah menjadi pilar-pilar hebat di bidang masing-masing,” ujarnya.
Didi menyampaikan apresiasi kepada Meizar Effendi selaku Ketua KAFEGAMA 86 dan Diah Retno Wulandaru selaku Ketua Panitia Reuni, beserta seluruh panitia, atas terselenggaranya reuni ini dengan lancar. Ia juga berharap hubungan antara FEB UGM dan alumni angkatan 1986 dapat terus terjalin erat ke depannya.
“Reuni ini bukan sekadar ajang mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi momentum untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan almamater tercinta,” pungkasnya.

Diah menjelaskan bahwa rangkaian acara dirancang agar berkesan bagi para alumni, terutama yang berasal dari luar kota.
“Ini kan kami dari banyak yang dari luar kota ya, dari Jogja cuma beberapa. Dan ketika datang ke Jogja, mereka bernostalgia. Mungkin betul kami kumpulnya di sini, di Fakultas Ekonomika dan Bisnis,” ujarnya.
Malam puncak reuni diisi dengan pentas seni dari masing-masing program studi, mulai dari Ilmu Ekonomi, Akuntansi, hingga Manajemen. Acara ditutup dengan pelepasan lampion sebagai simbol harapan dan kenangan yang ingin terus mereka bawa.
Salah satu alumni, Siske dari Program Studi Akuntansi, mengaku senang dapat bertemu kembali dengan teman-teman lamanya setelah puluhan tahun berpisah.
“Rasanya senang ya, udah gitu jadi muncul kembali kisah-kisah masa lalu. Harapannya lebih sering ketemu. Terus terang, bertemu dengan teman itu membuat rasanya kita semakin dekat, persahabatan juga semakin terjaga,” pungkasnya.
Reportase: Dwi Zhafirah Meiliani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
