Perubahan teknologi yang berlangsung cepat, ketidakpastian geopolitik, serta tantangan perubahan iklim tengah membawa perubahan struktural pada perekonomian global. Kondisi tersebut mendorong perlunya tata kelola yang lebih adaptif dan inklusif agar perkembangan teknologi dapat berjalan seiring dengan upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Berangkat dari tantangan tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Unit Publikasi Ilmiah kembali menyelenggarakan The 14th Gadjah Mada International Conference on Economics and Business (GAMAICEB) 2026) pada 16–17 September 2026 di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta.
Ketua panitia GAMAICEB 2026, Arika Artiningsih, Ph.D., menyampaikan konferensi kali ini mengusung tema “Governing the Future: Digital Transformation and Sustainable Development in a Changing Global Economy”. Kegiatan ini menjadi ruang bagi akademisi, peneliti, serta praktisi untuk bertukar gagasan dan mendiseminasikan hasil riset mengenai pentingnya pengelolaan transformasi digital untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di tengah perubahan global.
“Tema “Governing the Future: Digital Transformation and Sustainable Development in a Changing Global Economy” menekankan pentingnya mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan kerangka tata kelola yang baik dan pembangunan yang berkelanjutan. Seiring dengan terjadinya perubahan struktural dalam perekonomian global, kolaborasi antara akademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi menjadi penting untuk memanfaatkan transformasi digital guna meningkatkan pelayanan publik, transparansi, pertumbuhan inklusif, inovasi hijau, dan kebijakan berbasis data.” papar Arika, Jum’at (11/9/2026) di FEB UGM.
Arika mengatakan transformasi digital tidak lagi sekadar mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi, tetapi juga membentuk ulang tata kelola, sistem ekonomi, dan interaksi masyarakat di seluruh dunia. Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, ketidakpastian geopolitik, serta tantangan perubahan iklim, pemerintah perlu menerapkan pendekatan yang adaptif dan inklusif untuk memastikan bahwa inovasi digital dapat mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Bagi negara-negara berkembang dan negara dengan perekonomian yang sedang tumbuh, digitalisasi menawarkan peluang untuk meningkatkan layanan publik, transparansi, serta pertumbuhan yang inklusif. Namun, digitalisasi juga menghadirkan tantangan terkait regulasi, ketimpangan, dan keamanan siber.
“Penyelarasan strategi digital dengan agenda keberlanjutan melalui tata kelola cerdas, inovasi hijau, dan kebijakan berbasis data menjadi penting untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi dapat mendorong kesetaraan sosial sekaligus tanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya.
Arika berharap melalui GAMAICEB 2026 diharapkan menjadi platform strategis untuk bertukar gagasan, berbagi hasil penelitian, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti. Melalui dialog lintas disiplin dan kolaborasi lintas sektor, konferensi ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan serta mendorong model tata kelola yang inovatif, tangguh, dan responsif terhadap tuntutan perekonomian global yang berkembang dengan cepat.
Konferensi ini mempertemukan 138 peserta, yang terdiri atas 136 presenter dan 2 non-presenter. Pembicara dan presenter berasal dari 11 negara, yaitu Indonesia, Polandia, Taiwan, Jepang, Hungaria, Kazakhstan, Brunei Darussalam, Singapura, Australia, Pakistan, dan Meksiko. Beragam penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi ini mencakup tiga bidang utama, yakni akuntansi, ekonomi, dan manajemen.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan seremoni pembukaan pada 16 September 2026, dilanjutkan sesi keynote yang menghadirkan Prof. Syaiful Ali, S.E., M.I.S., Ph.D., dari FEB UGM; Dr. Siwage Dharma Negara, Principal Fellow ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura; Dr. Mohd Hairul Azrin Haji Besar dari Universiti Brunei Darussalam; serta Elinor Kasapidis, Chief of Policy, Standards, and External Affairs at Certified Practicing Accountants.
Selama dua hari, peserta akan mengikuti berbagai sesi presentasi paper secara paralel yang membahas isu-isu ekonomi dan bisnis kontemporer. Topik yang diangkat mencakup antara lain akuntansi keuangan, keuangan dan investasi, sustainable accounting/business, corporate governance, pemasaran, sumber daya manusia, auditing, strategic management, entrepreneurship, ekonomi, hingga leadership and organisation. GAMAICEB 2026 akan ditutup dengan penghargaan bagi Best Papers pada 17 September 2026.
Melalui penyelenggaraan GAMAICEB yang telah memasuki tahun ke-14, FEB UGM terus memperkuat perannya sebagai ruang akademik yang mempertemukan gagasan, penelitian, dan jejaring internasional. Forum ini diharapkan tidak hanya memperkaya diskursus ekonomi dan bisnis, tetapi juga mendorong lahirnya pemikiran dan rekomendasi yang relevan dalam menjawab tantangan tata kelola, transformasi digital, serta pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
