Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) yang tergabung dalam kontingen UGM berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026. Kontingen UGM meraih Juara 1 pada kategori Riset Investasi dan kategori Audit Investigatif serta Juara 3 pada kategori Karya Tulis Ilmiah. Capaian ini menjadikan kontingen UGM meraih gelar Juara Umum KBMK 2026 dan turut memperkuat prestasi sebagai kontingen dengan raihan medali terbanyak selama tiga tahun berturut-turut.
Riset Investasi
Pada kategori Riset Investasi, Tim Siwan berhasil meraih Juara 1 yang beranggotakan Ibnu Zidan Alfarij (Akuntansi 2024), Satrio Dwi Arisetyo (Akuntansi 2024), dan Naufal Razan Aqilah (Ilmu Ekonomi 2024). Dalam kompetisi ini, tim menghadapi tantangan untuk menyusun analisis investasi secara komprehensif dalam waktu pengerjaan kasus yang terbatas.
Dengan waktu riset yang terbatas, tim berupaya memaksimalkan kualitas penyampaian analisis saat presentasi. Mereka juga berusaha menyusun tesis investasi yang relevan dengan kondisi perusahaan yang menjadi objek kasus.
“Strategi kita karena waktunya untuk riset sangat terbatas, hanya 12 jam, kita maksimalkan di saat presentasi dan coba bawa tesis investasi yang paling dekat dengan perusahaan,” jelas Naufal.
Tantangan lainnya muncul ketika tim harus menganalisis emiten berbentuk superholding. Dalam waktu yang tersedia, mereka perlu menguraikan lini usaha anak perusahaan untuk kemudian melakukan valuasi dan analisis terhadap masing-masing lini bisnis. Situasi tersebut menuntut tim untuk menentukan prioritas analisis sekaligus menjaga relevansi rekomendasi investasi yang disusun.
Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi serupa, Naufal menyarankan agar persiapan dimulai dengan membangun tim dan mencari mentor yang memiliki tujuan sejalan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk mencoba kompetisi berskala lebih kecil sebagai langkah awal sebelum mengikuti ajang yang lebih kompetitif.
Audit Investigatif
Prestasi Juara 1 kategori Audit Investigatif diraih oleh tim Pemula tiga mahasiswa yakni Keyra Audrey Annabelle Christian (Akuntansi 2023), Nayla Phui Amazona (Akuntansi 2023), dan Tiffany Aida Puspa Ashri (Akuntansi 2023). Bagi tim ini, kemenangan menjadi hasil dari upaya bersama yang dihadapkan pada keterbatasan waktu dan tantangan koordinasi selama kompetisi.
Keyra mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar muncul pada babak final. Tim hanya memiliki waktu sekitar 12 jam untuk menyelesaikan kasus. Setelah mengumpulkan presentasi pada pagi hari, mereka masih harus mempersiapkan penyampaian materi dan sesi tanya jawab sebelum tampil di hadapan juri.
“Kami merasa effort yang dicurahkan akhirnya nggak sia-sia. Karena waktu lombanya itu kami cuma dikasih waktu sekitar 12 jam buat ngerjain kasusnya,” ungkap Keyra.
Dalam pengerjaan kasus, tim mengandalkan pembagian tugas yang telah diterapkan sejak babak penyisihan dan semifinal. Setiap anggota bertanggung jawab pada bagian berbeda, mulai dari test of control dan substantive testing hingga penyusunan laporan hasil audit dan rekomendasi. Pembagian tersebut kemudian dilengkapi dengan diskusi bersama untuk menyamakan pemahaman dan menyempurnakan jawaban.
Pegalaman tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan teknis yang diperoleh melalui perkuliahan. Keyra menyebut materi dari mata kuliah pengauditan, pengauditan sistem informasi, dan pengauditan internal menjadi bekal yang relevan untuk mengikuti kompetisi. Ia mendorong mahasiswa untuk menguji pemahaman yang telah diperoleh di kelas melalui kompetisi audit.
Karya Tulis Ilmiah
Kontingen UGM juga mencatatkan prestasi dengan keberhasilan tim Pajak DItanggung Pemenang meraih Juara 3 kategori Karya Tulis Ilmiah. Tim terdiri dari Sabiq Muhammad Al Ghozi (Ilmu Ekonomi 2023) dan Bitha Cahya Rumansya (Akuntansi Sektor Publik 2024). Dalam kompetisi ini, tim mengembangkan Palmio, sebuah gagasan model bisnis yang memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan baku bioplastik.
Berbeda dari pendekatan yang hanya berfokus pada pengolahan limbah menjadi produk bioplastik, tim berupaya mengembangkan model bisnis yang dapat menghasilkan nilai tambah dari beberapa aspek. Gagasan Palmio mengintegrasikan pemanfaatan TKKS sebagai bahan baku, pemanfaatan carbon credit, dan mekanisme group buying dalam satu platform terintegrasi.
Ghazi juga menyampaikan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari kontingen UGM yang mempertahankan capaian prestasi selama tiga tahun berturut-turut. Baginya, capaian tersebut merupakan bentuk tanggung jawab untuk terus membawa nama universitas melalui gagasan dan inovasi yang dikembangkan.
Dosen pembimbing kontingen UGM, Choirunnisa Arifa, S.E., M.Sc., Ph.D., Ak., CA., mengungkapkan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan konsistensi upaya dan komitmen mahasiswa serta pembimbing dalam mempertahankan prestasi di tingkat nasional.
“Saya merasa bangga atas prestasi yang dicapai oleh kontingen UGM di KBMK 2026. Capaian sebagai kontingen dengan raihan medali terbanyak merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut, menunjukkan konsistensi UGM dalam upaya dan komitmen untuk mempertahankan prestasi,” ujarnya.
Menurut Choirunnisa, semangat mahasiswa juga terlihat ketika mereka tetap berlatih presentasi bersama dosen pembimbing pada pagi hari setelah mengerjakan kasus sepanjang malam. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FEB UGM untuk terus mengembangkan kemampuan dan berkompetisi di bidang yang mereka kuasai.
Keberhasilan kontingen FEB UGM dalam KBMK 2026 menunjukkan bahwa kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan akademik, mengembangkan kemampuan analitis, dan menguji gagasan dalam situasi yang menuntut ketepatan serta kreativitas. Choirunnisa berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa FEB UGM lainnya untuk terus berusaha dan mempertahankan capaian pada kompetisi mendatang.
Reportase: Dwi Zhafirah Meiliani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
