• Tentang UGM
  • SIMASTER
  • SINTESIS
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
  •  Tentang Kami
    • Sekilas Pandang
    • Sejarah Pendirian
    • Misi dan Visi
    • Nilai-Nilai
    • Pimpinan Fakultas
    • Pimpinan Senat
    • Pimpinan Departemen
    • Pimpinan Program Studi
    • Pimpinan Unit
    • Dewan Penasihat Fakultas
    • Laporan Tahunan
    • Fasilitas Kampus
    • Identitas Visual
    • Ruang Berita
    • Dies Natalis ke-70
  • Program Akademik
    • Program Sarjana
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • Program Profesi
    • Program Akademik Singkat
    • Program Profesional & Sertifikasi
    • Program Sarjana Internasional (IUP)
    • International Doctorate in Business (IDB)
    • Kalender Akademik
    • Ruang dan Kegiatan
  • Fakultas & Riset
    • Keanggotaan Fakultas
    • Akreditasi Fakultas
    • Jaringan Internasional
    • Dosen
    • Profesor Tamu dan Rekan Peneliti
    • Staf Profesional
    • Publikasi
    • Jurnal Yang Diterbitkan
    • Kertas Kerja
    • Bidang Kajian
    • Unit Pendukung
    • Kemitraan Konferensi Internasional
    • Call for Papers
    • Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Perpustakaan
  • Pendaftaran
  • Home
  • Berita

Peran Pemerintah Terhadap Nasib Para Petani Tembakau Belum Optimal

  • Berita
  • 29 November 2021, 15.04
  • Oleh : Admin
Cukai Rokok

Mempersembahkan sebuah topik yang cukup kontroversial terkait ekonomika tembakau, pada Jumat (26/11) Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) bersama dengan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) dan Forum Kajian Pembangunan (FKP) menggelar Seminar dan Kuliah Umum (SinarKU) dengan tema “Penghidupan Petani Tembakau dan Kebijakan Pendukung di Tengah Pusaran Kebijakan Cukai.”

Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara, yaitu Dr. Gumilang Arya Sahadewo, selaku akademisi dari FEB UGM, dan Dr. Rochiyati Murniningsih, selaku akademisi dari Universitas Muhammadiyah Magelang. Tak hanya dari kalangan akademisi saja, dalam sesi seminar kali ini turut pula menghadirkan Pak Tuhar dan Pak Istanto selaku mantan petani tembakau untuk menjadi pembicara.

Pembahasan pada seminar ini dilatarbelakangi oleh kebijakan kontroversial dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mempengaruhi kehidupan para petani tembakau di Indonesia, terlebih lagi kontribusi tembakau masih cukup minor dalam GDP (sekitar 0,3%). Maka dari itu, hal tersebut menjadi hal yang menantang bagi kesejahteraan petani tembakau di Indonesia jika terdapat perubahan cukai yang disponsori oleh Kemenkeu.

Pada tahun 2020, Cukai Hasil Tembakau (CHT) sudah naik sekitar 11% dan terdapat wacana menjelang 2022 ini CHT akan ditingkatkan sebesar kurang lebih 12,5%. Tentu hal ini kurang ideal untuk petani tembakau karena jika kita lihat pada tahun 2021, musim kemarau diwarnai dengan hujan sehingga mendisrupsi jumlah produksi serta kualitas tembakau yang dihasilkan. Untuk memitigasi kerugian yang diderita petani, Kemenkeu menerapkan adanya kompensasi yang disebut Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Diskusi diawali dengan penyampaian penelitian berjudul “Ekonomika Pertanian Tembakau di Indonesia: Hasil Survei Gelombang Ketiga” oleh Dr. Gumilang Arya Sahadewo. Urgensi dari penelitian ini diantaranya adalah masih terjadinya inkonsistensi terkait kebijakan cukai rokok dan adanya narasi dampak negatif kebijakan cukai rokok terhadap penghidupan petani. Metode penelitian dilakukan dengan survei kepada petani tembakau di daerah penghasil tembakau terbesar, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan NTB.

Hasilnya dapat disimpulkan bahwa pendapatan petani tembakau cenderung lebih fluktuatif dibandingkan pendapatan petani non-tembakau yang salah satunya diakibatkan faktor cuaca eksternal. Selain itu, petani tembakau harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk input pertanian dan demikian juga dengan biaya kesempatan ekonomi yang ditanggung secara umum. Beberapa rekomendasi kebijakan juga disampaikan, diantaranya pemerintah perlu menyediakan modal usaha melalui program yang tersedia dan juga menetapkan insentif finansial maupun non-finansial terkait budidaya tanaman non-tembakau.

Selanjutnya, diskusi kedua oleh Dr. Rochiyati Murniningsih melengkapi pemaparan sebelumnya dengan membahas penelitian terkait pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) yang ada di Indonesia beserta tantangannya. Di awal pembahasan, beliau bercerita bahwa peran pemerintah terhadap nasib para petani tembakau belum optimal akibat kebijakan impor tembakau yang menyebabkan harga tembakau petani jatuh dan kenaikan cukai rokok yang menjadi alasan industri rokok tidak membeli tembakau dari petani. Dari sisi pemerintah daerah pun juga tidak ada intervensi untuk mengatasi permasalahan.

Terkait persepsi tentang pemanfaatan DBHCHT, realitanya pemerintah daerah, dalam kasus kali ini Kabupaten Magelang, merasa kebijakan pemerintah pusat yang berubah-ubah menghasilkan kebingungan dalam proses pemanfaatannya. Problematika lain dari sisi petani adalah ketidaktahuan mengenai besaran alokasi DBHCHT untuk petani sebesar 50%. Para petani merasa belum banyak menerima pemanfaatan DBHCHT, biasanya hanya bantuan dalam bentuk pupuk anorganik yang bahkan tidak setiap tahun diterima petani. Di akhir diskusinya, Rochiyati menyampaikan beberapa rekomendasi seperti perlu adanya evaluasi kebijakan cukai dan juga perlu ditingkatkannya keterlibatan/peran pemerintah bersama petani.

Acara berlanjut ke sesi diskusi dengan Pak Tuhar dan Pak Istanto selaku mantan petani tembakau yang membahas persepsi terkait diversifikasi tanam dan perkembangan DBHCHT dari sudut pandang para petani. Pak Tuhar bercerita bahwa selama 10 tahun terakhir kebanyakan petani tembakau juga turut menanam berbagai komoditas lain tergantung musim. Bahkan, para petani juga menyatakan bahwa tembakau kini banyak dijadikan sebagai tanaman sampingan. Terkait perkembangan DBHCHT, para petani berharap agar DBHCHT dapat dimanfaatkan sesuai dengan hak yang diberikan secara kontinyu tiap tahunnya. Mereka juga berharap adanya pendampingan dari pemerintah daerah dalam memanfaatkan DBHCHT supaya hasilnya dapat benar-benar menyejahterakan petani.

Reporter: Kirana Lalita Pristy/Sony Budiarso.

Views: 426

Related Posts

FEB Perkuat Dampak Bagi Masyarakat Melalui RDSI

FEB UGM Kembali Gelar Seminar Nasional dan Pemeringkatan Kinerja Transformasi Digital Pemda

Berita Jumat, 29 Agustus 2025

Upaya percepatan transformasi digital di tingkat pemerintah daerah kabupaten/kota masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Meski regulasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) telah berlaku sejak 2018, implementasinya belum optimal akibat kesenjangan infrastruktur TIK, ketidaksinkronan kebijakan pusat dan daerah, minimnya pemanfaatan big data, dan literasi digital masyarakat yang belum merata.

Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) kembali menggelar Seminar Nasional dan Penyerahan Penghargaan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) untuk Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2025.

Gadjah Mada Business Case Club

FEB UGM Luncurkan GMBCC, Case Club Mahasiswa Pertama di Indonesia

Berita Jumat, 29 Agustus 2025

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Career and Student Development Unit (CSDU) resmi meluncurkan Gadjah Mada Business Case Club (GMBCC).

Pelepasan Wiudawan Program Sarjana

FEB UGM Lepas 207 Wisudawan Program Sarjana Periode IV 2024/2025

Wisuda Jumat, 29 Agustus 2025

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) resmi melepas 207 wisudawan Program Sarjana (S1) Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 pada Rabu (27/8) bertempat di Plaza FEB UGM.

Donor Darah FEB 2025

FEB UGM Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dies Jelang Dies Natalis ke-70

Berita Kamis, 28 Agustus 2025

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis “DOREMI” atau Donor Darah Ekonomi bagi seluruh civitas akademika dan staf profesional, Kamis 28 Agustus 2025 di Selasar FEB UGM.

Wakil Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menyampaikan kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bentuk kepedulian FEB terhadap kesehatan warga kampus dan masyarakat luas.

Berita Terkini

  • FEB UGM Kembali Gelar Seminar Nasional dan Pemeringkatan Kinerja Transformasi Digital Pemda
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Luncurkan GMBCC, Case Club Mahasiswa Pertama di Indonesia
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Lepas 207 Wisudawan Program Sarjana Periode IV 2024/2025
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dies Jelang Dies Natalis ke-70
    28 Agustus, 2025
  • FEB UGM Luncurkan Buku Akuntansi Manajemen 
    28 Agustus, 2025

Artikel Terkait

  • FEB UGM Kembali Gelar Seminar Nasional dan Pemeringkatan Kinerja Transformasi Digital Pemda
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Luncurkan GMBCC, Case Club Mahasiswa Pertama di Indonesia
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Lepas 207 Wisudawan Program Sarjana Periode IV 2024/2025
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dies Jelang Dies Natalis ke-70
    28 Agustus, 2025
  • FEB UGM Luncurkan Buku Akuntansi Manajemen 
    28 Agustus, 2025
Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada
Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Jln. Sosio Humaniora No.1, Bulaksumur, Yogyakarta, Indonesia 55281

Peta & Arah
Informasi Kontak Selengkapnya

Direktori Fakultas

  • Informasi Publik
  • Manajemen Ruang
  • Manajemen Aset
  • Manajemen Makam

Mahasiswa

  • Komunitas Mahasiswa
  • Layanan Mahasiswa
  • Asrama Mahasiswa
  • Pengembangan Karir
  • Paparan Internasional
  • Beasiswa
  • Magang

Alumni

  • Komunitas Alumni
  • Layanan Alumni
  • Pelacakan Studi
  • Pekerjaan & Magang
  • Beasiswa

Social Media

© 2025 Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM

Kebijakan PrivasiPeta Situs

💬 Butuh bantuan?
1
FEB UGM Official WhatsApp
Halo 👋
Bisakah kami membantu Anda?
Buka percakapan
[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju