Selama masa pandemi Covid-19 berlangsung, dunia virtual menjadi jauh lebih sibuk dan ramai dibandingkan sebelumnya. Hal ini terjadi karena semakin banyak masyarakat beralih menggunakan gadget dan komputer sebagai alat penyambung hidup untuk menggantikan berbagai aktivitas secara langsung. Perubahan pada masyarakat tersebut memberikan dampak pada perkembangan perekonomian dengan mempercepat transformasi digital. Terkait topik bahasan tersebut, Prof. Sri Adiningsih, M.Sc., Ph.D., selaku Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, menyampaikan kuliah berjudul “Covid-19 Impact on Digital Economy: Indonesian Case” pada Selasa (27/07) sebagai bagian dari program musim panas virtual International Week 2021 (IWEEK 2021).
Pada kesempatan kali ini, secara garis besar Prof. Sri Adiningsih mendiskusikan dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi digital. Berdasarkan data dari tahun ke tahun, pandemi Covid-19 meningkatkan jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan. Namun demikian, dapat kita syukuri bahwa saat pandemi melanda Indonesia, transformasi digital justru berkembang dan mendisrupsi sektor bisnis serta ekonomi. Perkembangan ekonomi digital yang telah hadir di sekitar kita, contohnya berbagai jenis e-commerce dan layanan financial technology (fintech), semakin marak di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ekonomi digital tengah berkembang dan pandemi mempercepat perkembangan digitalisasi ekonomi tersebut.
Selanjutnya, Prof. Sri Adiningsih menjelaskan beberapa poin tentang bagaimana krisis pandemi Covid-19 dapat mempercepat transformasi digital. Yang pertama, dorongan untuk mengurangi interaksi langsung selama pandemi Covid-19 telah mendorong digitalisasi dan otomatisasi. Yang kedua, sejak awal pandemi berlangsung, digitalisasi dan otomatisasi telah diupayakan untuk dipercepat sebagian karena adopsi tersebut membantu mengurangi kebutuhan akan kontak fisik. Selain itu, Prof. Sri Adiningsih juga menyebutkan bahwa dalam krisis yang melanda skala global sekalipun, pandemi telah menyebabkan percepatan transformasi digital lebih lanjut secara global.
Pada pembahasan selanjutnya, Prof. Sri Adiningsih juga menambahkan hal lain yang juga menjadi catatan, yaitu terdapatnya peningkatan perusahaan mikro dan perusahaan di sektor manufaktur yang telah mengadopsi penggunaan platform digital sebanyak 59% sejak Oktober 2020. Menurutnya, Covid-19 telah mendorong perubahan perilaku konsumen dan bisnis, banyak di antaranya akan bertahan hingga tingkat yang berbeda-beda dalam jangka panjang. Terdapat 4 sektor yang diestimasi akan banyak diminati pada era pasca-COVID-19, yaitu sektor pendidikan yang aksesnya semakin meluas berkat inovasi pembelajaran online, sektor kesehatan yang terus berkembang bersama perkembangan teknologi, sektor fintech di mana digital lending dan investasi online semakin populer, dan sektor e-commerce di mana jumlah pembeli online sangat melejit di era pandemi ini.
Di akhir pembahasan materi, beliau menyimpulkan bahwa transformasi ekonomi digital telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir dan pandemi telah mempercepat proses tersebut. Gaya hidup daring akan tetap ada, beberapa akan dijalankan secara hybrid (online dan offline) setelah era pandemi. Dalam kurun waktu satu atau dua dekade, ekonomi digital akan berkembang lebih luas, semua sektor ekonomi di seluruh wilayah akan terdigitalisasi. Bisnis yang ada harus mengantisipasi dan menyesuaikan diri agar dapat bertahan dan berkembang.
Reportase: Kirana Lalita Pristy.