Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dituntut tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri dan perkembangan profesi. Karena itu, mengenal beragam pilihan karier, memahami pentingnya pendidikan tinggi, serta membangun kepercayaan diri menjadi bekal yang tak kalah penting selain penguasaan keterampilan teknis.
Berangkat dari semangat tersebut, siswa Jurusan Akuntansi SMKN 1 Seputih Surabaya, Lampung, berkunjung ke Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui kegiatan Campus Visit 2026 pada Kamis (30/7) untuk mengenal lebih dekat kehidupan akademik di perguruan tinggi hingga prospek karier di bidang akuntansi.
Ketua Kelompok Riset Akuntansi Pendidikan FEB UGM, Arika Artiningsih, S.E., M.Acc., M.Com., M.Res., Ph.D., CFE., CFrA., CPA., (Aust.) menyampaikan apresiasinya terhadap kunjungan tersebut. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat memotivasi siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ke FEB UGM.
“SMKN 1 Seputih Surabaya merupakan salah satu sekolah yang telah menjalin kerja sama cukup lama dengan FEB UGM. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya sekaligus menjadi awal kolaborasi yang semakin baik antara SMKN 1 Seputih Surabaya dan FEB UGM,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa SMKN1 Seputih Surabaya, Lampung, diberikan penjelasan tentang peluang karier bidang akuntansi. Nadya Windy Putrie, S.Pd., M.Acc., peneliti Kelompok Riset Akuntansi Pendidikan FEB UGM memperkenalkan beragam peluang karier lulusan akuntansi mulai dari auditor sektor publik, auditor internal perusahaan, konsultan pajak, analis keuangan, hingga profesi di lembaga pemerintah dan perusahaan multinasional.
Selanjutnya, Dosen Departemen Akutansi FEB UGM, Bayu Setyawan Suprayogi, S.E., M.Sc., membagikan pengalamannya sebelum menjadi dosen FEB UGM, ia sempat bekerja sebagai auditor di salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP) Big Four. Bayu menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kritis, kemauan untuk mempelajari hal baru, dan komunikasi secara efektif menjadi bekal penting sebagai auditor.
Semenatar Dosen Departemen Akuntansi FEB UGM laiannya, Dr. Puspita Ghaniy Anggraini, S.E., menjelaskan bahwa pendidikan tinggi sebagai langkah dalam memperluas kesempatan karier, membangun pola pikir, dan memperluas jejaring profesional. Ia juga turut menyoroti pentingnya menghapus stigma yang masih membatasi perempuan dalam mengakses pendidikan tinggi dan meraih posisi kepemimpinan. Menurutnya, perempuan memiliki berbagai potensi seperti ketelitian, kemampuan mengelola risiko, dan empati yang akan semakin kuat ketika dipadukan dengan pendidikan dan kompetensi yang memadai.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
