Peneliti sekaligus Koordinator Bidang Kajian Microeconomics Dashboard (Micdash) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) turut berpartisipasi dalam forum Asia Expert Roundtable on Unemployment Protection 2024 yang diadakan oleh International Labour Organization (ILO) bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Acara yang berlangsung pada 9-10 Oktober 2024 di Jakarta ini turut melibatkan dua asisten Micdash, yakni Dewita Nanda Prastiwi dan Raniah Salsabila, yang berkontribusi dalam kepanitiaan. Partisipasi tim Micdash FEB UGM dalam forum ini menegaskan komitmen dalam mendukung pengembangan penelitian dan diskusi perlindungan sosial di tingkat internasional.
Qisha dalam kegiatan tersebut menyampaikan sejumlah paparan di forum tersebut. Salah satunya, ia menekankan pentingnya memperhatikan heterogenitas karakteristik pekerja lepas dan pekerja informal dalam menyusun rencana perluasan program jaminan sosial bagi segmen pekerja informal tersebut. Dengan langkah tersebut, diharapkan kebijakan yang disusun tidak hanya adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi, tetapi juga disesuaikan dengan beragam karakteristik pekerja.
Tak hanya itu, Qisha juga membagikan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pekerja informal, serta kemampuan dan kemauan membayar (ability to pay dan willingness to pay).
Qisha juga turut menyoroti persoalan literasi pekerja mengenai hak untuk memperoleh jaminan sosial. Ia menekankan bahwa permasalahan tersebut perlu mendapat perhatian, sebab masih banyak pekerja maupun pemberi kerja yang beranggapan bahwa skema jaminan sosial pekerja hanya diperuntukkan bagi pekerja di sektor formal.
Qisha menyampaikan bahwa data di Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas pekerja informal mengalami kerentanan dari sisi pendapatan. Mayoritas dari kelompok tersebut memiliki pendapatan pada 40% terendah dari distribusi pendapatan. Karenanya, ia menekankan perlunya kehadiran pemerintah dalam menyediakan program jaminan sosial yang lebih komprehensif bagi pekerja informal. Hal tersebut mencakup sistem kontribusi dan nonkontribusi, atau subsidi kontribusi, dalam bentuk program PBI (Penerima Bantuan Iuran).
Reporter: Kurnia Ekaptiningrum
Artikel terkait: Asia Expert Roundtable on Unemployment Protection 2024 | International Labour Organization
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

