Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat, menekankan perlunya pengembangan SDM yang berkualitas. Upaya tersebut penting dilakukan untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% melalui peningkatan produktivitas dan daya saing.
Hal tersebut disampaikan Arsjad dalam seminar puncak The 19th FSDE yang bertajuk “Fostering Human Capital Development: A Way for Developing Countries to Level Up”, pada Sabtu, 2 Oktober 2024, di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo MM FEB UGM. Seminar ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (HIMIESPA) FEB UGM.
Arsjad mengambil contoh kasus dari negara maju di ASEAN, yaitu Singapura. Menurutnya, Singapura dapat menjadi negara maju karena memiliki SDM yang berkualitas. Dikenal sebagai “Home of The Best Talents”, pemerintah Singapura berinvestasi besar-besaran dalam pendidikan dasar, sekolah vokasi, dan pendidikan teknik. Tak hanya itu, investasi masif di bidang pendidikan ini juga didukung oleh industrialisasi berbasis produk ekspor serta posisi strategis mereka sebagai penghubung perdagangan, keuangan, dan teknologi dunia.
“Sumber daya manusia merupakan aset terbesar bagi suatu negara. Sekarang, bagaimana cara kita mencapai dunia masa depan yang kita impikan ini? Caranya adalah dengan bergotong-royong bersama, tidak hanya pemerintah saja, tetapi kita semua, masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan BAPPENAS RI, Drs. Amich Alhumami menyoroti pentingnya investasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, kedua hal tersebut memiliki hubungan yang resiprokal, yaitu saling menguatkan satu sama lain. Dengan adanya investasi di bidang pendidikan maka akan melahirkan orang tua dengan literasi kesehatan yang baik, hal ini berdampak pada lahirnya generasi baru yang terdidik dan sehat. Sebaliknya, dengan investasi di bidang kesehatan maka akan menyiapkan generasi muda dengan status kesehatan yang bagus, serta gizi yang baik. Kontribusi dari keduanya dapat memberikan sumbangan terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
“Investasi penting sejak pendidikan anak usia dini dan masa prenatal (di dalam kandungan), sebab asupan gizi yang baik pada 1000 hari pertama kehidupan dapat memengaruhi perkembangan kemampuan kognitif anak di masa depan. Dengan mengatasi masalah kesehatan, akan memengaruhi pendidikannya,” jelas Amich.
Setelah pemaparan materi dari kedua pembicara kunci, terdapat sesi diskusi panel yang dihadiri oleh tiga pembicara dari berbagai bidang. Pertama, Director & Founder CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyampaikan soal kesulitan yang dihadapi oleh para pencari kerja sekarang, sebagai akibat dari adanya informalisasi pekerjaan dan pengesahan kebijakan yang merugikan pekerja. Bhima juga menyoroti ketergantungan Indonesia yang berlebihan pada sektor ekstraktif, seperti tambang dan perkebunan, yang berbahaya bagi keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, Bhima menawarkan sebuah solusi, yaitu model ekonomi community-based renewable energy.
Kemudian, Development Director Indonesia, Minister Counsellor Development UKMis ASEAN, Amanda McLoughlin OBE, menyampaikan mengenai hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris yang menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama. Amanda juga menyampaikan mengenai misi Inggris dalam membantu Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, salah satunya melalui bantuan transformasi di bidang pendidikan dan kesehatan.
Terakhir, Principal Country Economist, Indonesia Resident Mission, Asia Department, ADB, Reza Anglingkusumo, Ph.D., menyampaikan bahwa kemampuan Indonesia untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi sangat bergantung pada kualitas SDM. Salah satu cara yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM adalah melalui kebijakan dan peraturan, seperti kurikulum modern, perluasan akses ke sekolah vokasi dan teknik, pendidikan online, serta program perlindungan sosial.
“SDM memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena SDM yang berkualitas dapat mendorong produktivitas yang tinggi juga, sehingga menghasilkan eksternalitas positif di sektor lain,” jelas Reza.
Reportase: Najwah Ariella Puteri
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)







