Seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, proses audit aset digital menjadi semakin kompleks. Hal tersebut mengemuka dalam Audit Workshop 2024 bertajuk “Digital Asset Accountability: Auditing in a World Beyond Borders” pada Sabtu, 9 November 2024 di Gedung Pusat Pembelajaran FEB UGM.
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Departemen Career Preparation, Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) UGM menghadirkan praktisi audit dari RSM Indonesia, Chairul Wismoyo. Chairul membuka sesi workshop dengan menjelaskan bahwa aset digital, seperti cryptocurrency, juga tidak memiliki identifikasi hukum yang jelas. Cryptocurrency tidak didukung oleh pemerintah atau entitas formal mana pun, sehingga sulit untuk mengakuinya sebagai aset tidak berwujud yang memiliki sertifikat resmi atau pengakuan hukum. Hal ini berakibat pada aset digital yang tidak tercatat dalam laporan keuangan resmi karena tidak memenuhi kriteria sebagai aset keuangan maupun aset tidak berwujud.
Menurutnya, tantangan ini di Indonesia semakin besar. “Penggunaan aset digital semakin berkembang di seluruh dunia, namun Indonesia masih kesulitan dalam mengatur dan mencatat aset digital. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi perusahaan yang memiliki aset digital untuk mencatatnya dengan benar sesuai dengan standar akuntansi yang ada,” ungkapnya, Sabtu (9/11).
Ia juga menyoroti bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi alat dan metodologi dalam audit. Di era digital saat ini, auditor tidak lagi hanya menggunakan alat seperti Excel atau spreadsheet, tetapi juga memanfaatkan perangkat yang lebih canggih untuk menangani volume data yang besar dan kompleks.
“Auditor kini tidak hanya bergantung pada alat yang sudah sering digunakan, seperti Excel atau spreadsheet. Ada lebih banyak alat canggih yang dikembangkan untuk mengakomodasi pertumbuhan transaksi yang pesat, termasuk di dunia aset digital yang semakin kompleks,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Chairul turut berbagi pandangan mengenai peluang karier di dunia akuntansi publik kepada mahasiswa Akuntansi FEB UGM. Menurutnya, lulusan akuntansi memiliki berbagai pilihan karier, baik di pemerintahan, sektor swasta, maupun di kantor akuntan publik. RSM Indonesia, sebagai kantor akuntan publik yang kredibel, lanjutnya, membuka banyak peluang karier bagi lulusan baru. Firma ini menawarkan berbagai layanan, mulai dari audit laporan keuangan yang menghasilkan opini audit, konsultasi bisnis, hingga perpajakan dan layanan IT. Layanan ini memberikan kesempatan bagi karyawan untuk memperoleh pengalaman yang bervariasi sesuai dengan minat dan keterampilan masing-masing.
Sebelumnya, perwakilan Departemen Akuntansi, Dewi Fatmawati, S.E., M.Ec., Ph.D., menyampaikan bahwa melalui penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang baik bagi mahasiswa akuntansi untuk belajar langsung dari para praktisi. Selain itu, membantu mahasiswa mempersiapkan diri untuk berkarier di bidang audit.
Workshop ini diikuti 48 mahasiswa Akuntansi FEB UGM yang telah mengikuti mata kuliah Auditing. Acara ini menjadi ajang pembelajaran langsung dari praktisi bagi mahasiswa atau calon akuntan untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh keterampilan yang diperlukan di dunia kerja, terutama di bidang audit.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)




