Pasar modal Indonesia menyimpan potensi besar. Sayangnya, sektor ini belum tergarap secara maksimal karena hanya sebagian kecil penduduk Indonesia yang terlibat dalam pasar modal. Namun, kondisi ini justru menyimpan peluang besar bagi perusahaan sekuritas untuk menarik lebih banyak investor baru.
Hal tersebut disampaikan oleh Director of Retail Business and Research Mirae Asset Sekuritas, Tomi Taufan, dalam Executive Series MBA FEB UGM bertema “Strategic Excellence in Building Indonesia’s Leading Securities Firm”, pada hari Jumat, 8 November 2024, di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, MM FEB UGM Kampus Yogyakarta.
Tomi menyebutkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, masyarakat dapat didorong untuk melihat pasar modal sebagai pilihan investasi yang menarik dan mudah diakses. Melalui strategi yang tepat dan transformasi digital, pasar modal Indonesia ke depan dapat menjadi pilar pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Tomi turut membahas upaya untuk mendorong demokratisasi pasar modal. Menurutnya, seluruh masyarakat Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berinvestasi. Mirae Asset, sebagai salah satu perusahaan sekuritas terkemuka di Indonesia, telah memperluas jaringan distribusinya ke 47 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan pendekatan untuk memahami kebutuhan klien dan menyediakan layanan yang inklusif, Mirae Asset berkomitmen untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat agar dapat terlibat aktif dalam pasar modal.
“Di mana pun masyarakat Indonesia berada, mereka harus memiliki hak yang sama untuk menikmati produk pasar modal?” ujar Tomi.
Tomi juga menekankan bahwa di masa depan, transformasi digital akan menjadi fokus utama untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Perusahaan sekuritas seperti Mirae Asset terus berinovasi dengan model bisnis berbasis teknologi untuk menghadapi tantangan di pasar. Selain itu, perancangan strategi jangka panjang juga diperlukan agar tetap kompetitif dalam 5 hingga 10 tahun mendatang, serta untuk memastikan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan pasar.
Reportase: Bangga
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Foto: Aldanu
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)




