Storytelling telah menjadi salah satu strategi penting dalam dunia pemasaran digital, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemampuan bercerita atau storytelling menjadi senjata ampuh untuk menarik perhatian dan membangun loyalitas pelanggan. Bukan hanya sebagai alat pemasaran, storytelling juga menjadi cara untuk menonjolkan keunikan produk di tengah persaingan pasar yang begitu ketat.
Melalui cerita, sebuah produk juga memiliki nilai emosional yang mampu menghubungkan konsumen dengan merek. Oleh sebab itu, penting untuk memperkuat kemampuan storytelling dalam pemasaran produk.
“Manusia suka melihat, membaca, dan mendengar cerita karena menciptakan hubungan manusiawi berbasis empati, memperkuat kepercayaan, dan meningkatkan loyalitas pelanggan,” jelas Dr. Sahid S. Nugroho, M.Sc., dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.
Dalam Pelatihan Digitalisasi Bisnis UMKM pada 21 November 2024 di FEB UGM, Sahid menyampaikan pemaparan materi tentang “Memasarkan Produk Melalui Media Sosial bagi pelaku UMKM.” Ia menjelaskan bahwa kriteria cerita yang efektif adalah bermanfaat, relevan, mudah dipahami, emosional, dan inspiratif.
Dalam storytelling, lanjutnya, diperlukan strategi yang tepat. Misalnya, mencari karakter produk yang paling menonjol dan paling penting di mata konsumen. Cerita yang dibangun mengambil sisi kemanusiaan konsumen dengan membuat dramatisasi secara emosional atau sosial yang menunjukkan aspek pro dan kontra dari karakter produk. Selain itu, mengembangkan kisah otentik secara alami tanpa kesan dibuat-buat.
“Dramatisasi yang tepat mampu menonjolkan keunggulan produk dengan cara yang alami dan memikat,” ucapnya.
Dalam pelatihan tersebut, Sahid juga menyampaikan strategi promosi yang dapat diterapkan, baik melalui jalur berbayar maupun organik. Menurut Sahid, program periklanan berbayar di platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok dapat menjadi cara cepat untuk meningkatkan visibilitas bisnis. Namun, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebelum memasang iklan. “Pebisnis harus memahami kebutuhan konsumen, menentukan tujuan komunikasi, mengenali audiens target, menonjolkan keunggulan produk, dan menyusun strategi kreatif yang tepat,” ujarnya.
Selain promosi berbayar, Sahid juga menjelaskan strategi organik yang tidak kalah efektif. Ia menyarankan pelaku bisnis untuk memanfaatkan algoritma media sosial dengan memposting konten yang menarik secara aktif, baik dalam bentuk poster maupun video. Strategi lain adalah mengikuti akun serupa, membalas pesan, dan berinteraksi melalui komentar dari audiens.
Reporter: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)



