Belajar di luar negeri sambil mengeksplorasi budaya baru adalah impian bagi para mahasiswa yang tertarik mengikuti kegiatan international exposure. Begitu pula dengan Bassilio Timothy Sastro Prawiro, mahasiswa Economics-IUP angkatan 2021 yang mengikuti program International Summer Campus (ISC) di Korea University. Lewat program summer course Bassilio, tidak hanya berkutat pada pembelajaran di kelas, tetapi juga ada beragam pengalaman baru dan kenangan tak terlupakan.
Sebagai mahasiswa International Undergraduate Program (IUP), Bassilio diwajibkan mengikuti program international exposure sebagai bagian dari kurikulumnya. Ia pun memilih program short course di Korea University. Alasannya cukup sederhana karena ia merasa cocok dengan sistem akademik serta mata kuliah yang ditawarkan.
“Periodenya tidak terlalu lama, jadi tidak akan merasa homesick,” imbuhnya dalam episode Let’s Go Around the World (LGAW).
Ia mengungkapkan bahwa berkas-berkas yang paling dibutuhkan saat melakukan pendaftaran visa, seperti KTP, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran, sedangkan untuk administrasi pendaftaran ke program International Summer Campus (ISC) di Korea University hanya dibutuhkan Kartu Tanda Mahasiswa, transkrip nilai, dan asuransi.
Mengenai tahapan seleksi, Bassilio menyatakan bahwa sistem seleksi program ini termasuk cepat dan praktis. Tidak ada tahap wawancara dan persyaratan IPK minimal.
Sempat Bingung
Bassilio mengungkapkan bahwa saat menjalani summer course pada periode 26 Juni sampai 1 Agustus 2024, ia mengambil mata kuliah Corporate Finance yang dapat ditransfer sebanyak 3 SKS. Beberapa topik yang dipelajarinya meliputi present value, future value, financial ratios, discounted cash flow, dan security market line. Dengan mengambil mata kuliah ini, ia berharap dapat mendukung kariernya di bidang keuangan.
“Aku memilih mata kuliah ini karena aku lebih tertarik untuk berkecimpung di dunia finansial daripada menjadi ekonom,” jelasnya.
Di awal mengikuti program summer course, Bassilio sempat merasa kebingungan dan kurang memahami materi perkuliahan. Namun, ia berusaha mengejar ketertinggalannya dengan bertanya kepada teman-teman yang lebih paham dan mencari materi tambahan di YouTube untuk memahami konsep-konsep yang kurang jelas. Inisiatif ini membantunya mengisi kekosongan pemahaman dan beradaptasi lebih cepat dengan materi baru yang disajikan selama summer course.
Bassilio menceritakan bahwa ada beberapa perbedaan yang dirasakan saat mengikuti program summer course di Korea University. Mulai dari sistem penilaian hingga komposisi mahasiswa di kelas yang sebagian besar adalah mahasiswa internasional. Selain itu, pola programnya berbeda dari pola semester reguler di FEB UGM yang umumnya memiliki 1 pertemuan per minggu untuk setiap mata kuliah selama 14 minggu. Namun, dalam program ISC di Korea University, satu mata kuliah hanya berlangsung selama 1,5 jam pada pagi hari. Karenanya, ia memiliki banyak waktu luang untuk mengeksplorasi Korea, yang memberikan pengalaman akademis sekaligus liburan.
Pengalaman Berharga
Selama mengikuti program summer course di Korea University, pengalaman belajar dan berwisata di Seoul menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi mahasiswa FEB UGM ini. Kampus yang terletak di Kota Seoul ini menawarkan kenyamanan dan keindahan tata kota yang tertata rapi, mulai dari sistem transportasi umum yang efisien hingga area pejalan kaki yang nyaman. “Setelah jam kuliah berakhir, aku sering menghabiskan bersama teman-teman waktu menjelajahi destinasi ikonik seperti Gyeongbokgung Palace, Seoul Tower, Itaewon, Gangnam, hingga Busan,” ungkapnya.
Bassilio berpesan untuk mencatat beberapa tips penting dalam mempersiapkan studi ke luar negeri. Menurutnya, penting untuk mempersiapkan semua berkas yang dipersyaratkan dengan saksama, termasuk melakukan riset mendalam terkait negara tujuan. “Siapkan semua berkas sejak jauh-jauh hari, lakukan riset mendalam tentang negara tujuan, dan jangan ragu untuk membuka diri kepada teman-teman dari berbagai negara. Siapa tahu, koneksi yang kalian bangun di sana bisa jadi peluang besar di masa depan!” tutupnya.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Simak video selengkapnya Episode 2 Lets Go Arround the World
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)



